Melarang Filter Rokok akan Memfasilitasi Transisi Menuju Konsumsi Berkelanjutan

Klikhijau.com – Puntung rokok jadi jenis sampah yang mudah ditemukan. Keberadaannya menjadi pemandangan yang sangat familiar di lingkungan kita. Ia tersebar di mana-mana, taman, terminal, trotoar, hal...

Melarang Filter Rokok akan Memfasilitasi Transisi Menuju Konsumsi Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Puntung rokok jadi jenis sampah yang mudah ditemukan. Keberadaannya menjadi pemandangan yang sangat familiar di lingkungan kita. Ia tersebar di mana-mana, taman, terminal, trotoar, halaman rumah, pinggir jalan hingga pantai.

Sampah yang satu ini memang masih, bahkan secara global, diperkirakan 4,5 triliun filter rokok bekas memasuki lingkungan setiap tahun.

Peneliti dari University of Gothenburg mencatat bahwa sampah rokok lebih dominan dibandingkan sampah barang lainnya, yakni  65%, dan untuk sampah umum hanya  17% saja.

Di Amerika Serikat saja, meski  penjualan rokok di negara tersebut telah menurun selama beberapa dekade. Namun faktanya masih ada 203,7 miliar batang rokok yang terjual pada tahun 2020 lalu.

Jenis sampah ini jika terbuang ke lingkungan bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan dan juga bagi flora dan fauna. Sampah jenis ini telah jadi ancaman yang signifikan bagi lingkungan

Bahkan para peneliti dari University of Gothenburg menemukan jika puntung rokok yang berupa filter  melepaskan ribuan bahan kimia beracun dan serat mikroplastik yang berbahaya bagi kehidupan hewan air.

“Filter ini penuh dengan ribuan bahan kimia beracun dan serat mikroplastik, jadi bukan sembarang plastik yang dibuang ke lingkungan. Itu limbah berbahaya,” kata Bethanie Carney Almroth, Profesor Ekotoksikologi  Universitas Gothenburg.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Microplastics and Nanoplastics ini meneliti efek racun yang ada dalam filter rokok, baik sebelum dan sesudah merokok, pada jentik nyamuk air. Para peneliti menemukan bahwa racun ini meningkatkan tingkat kematian jentik nyamuk sebesar 20 persen.



  • Perihal puntung rokok



Sebelum tahun 1950, kurang dari 1% persen rokok disaring atau menggunakan filter. Namun pada awal 1950-an, ketika ditemukan ada hubungan antara merokok dan kanker terjalin, maka sejak saat itulah memicu industri tembakau untuk membuat filter. Tujuannya sungguh mulia, untuk membuat rokok yang lebih aman.

Namun nyatanya perkembangan dan penggunaan filter pada rokok justru melahirkan masalah baru, khususnya pada kesehatan dan lingkungan. Apalagi Pada tahun 1960, rokok filter mewakili 51% pasar rokok. Pada tahun 2005, mereka mewakili hampir semua pasar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2