Melarang Filter Rokok akan Memfasilitasi Transisi Menuju Konsumsi Berkelanjutan

Klikhijau.com – Puntung rokok jadi jenis sampah yang mudah ditemukan. Keberadaannya menjadi pemandangan yang sangat familiar di lingkungan kita. Ia tersebar di mana-mana, taman, terminal, trotoar, hal...

Melarang Filter Rokok akan Memfasilitasi Transisi Menuju Konsumsi Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Almroth dan pakar lainnya menjelaskan bahwa filter dapat pecah, menyebabkan perokok menghirup serat plastik. Itu karena filter rokok terbuat dari plastik selulosa asetat.

“Mayoritas (>90%) rokok saat ini dijual dengan filter plastik sekali pakai yang terdiri dari kumpulan serat selulosa asetat dan berbagai aditif," jelas Almroth.

Bisa dibayangkan menurut penelitian tersebut, setiap filter rokok mengandung sekitar 15.000 serat mikroplastik. Selain itu, dapat pula melepaskannya dengan kecepatan sekitar 100 serat mikroplastik per hari ke dalam air.



  • Sumber mikroplastik



“Filter rokok juga merupakan sumber utama mikroplastik yang masuk ke lingkungan kita. Sesuatu yang kita tahu berdampak negatif besar pada kehidupan biologis. UE telah mengklasifikasikan filter rokok sebagai limbah berbahaya,” kata Profesor Carney Almroth.

Dengan  adanya temuan tersebut, maka  para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian mendesak pelarangan total filter rokok. Tim Gothenburg berharap dapat memacu perubahan yang diperlukan dalam kebijakan dan regulasi

Penelitian sebelumnya telah menetapkan efek merugikan dari racun yang ditemukan dalam filter rokok pada berbagai organisme air. Misalnya, ikan bisa mati ketika terkena konsentrasi racun yang setara dengan yang dikeluarkan oleh hanya dua puntung rokok dalam satu liter air selama empat hari.

Para peneliti berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk benar-benar melindungi lingkungan dan penghuninya dari efek berbahaya dari filter rokok adalah melalui larangan menyeluruh.

“Itulah mengapa mereka harus ditarik dari pasar seluruhnya,” kata Profesor Carney Almroth. “Ini bukan pendekatan yang tepat untuk fokus membuat produsen tembakau membayar untuk membersihkan filter. Masalahnya harus dicegah sejak awal, daripada dibersihkan nanti," lanjutnya.


Peneliti seperti  Almroth mengadvokasi pendekatan yang lebih proaktif dan komprehensif, termasuk penghapusan filter sepenuhnya dari pasar.

Dengan melakukan itu, kita dapat mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap lingkungan dan lebih efektif mengatasi masalah pada sumbernya, daripada mengandalkan upaya pembersihan sebagai tindakan reaktif.

Sejak tahun 2006, hampir tiga lusin penelitian telah melihat toksisitas filter rokok pada tumbuhan dan hewan di habitat perairan dan darat, mendokumentasikan serangkaian dampak yang mematikan dan berbahaya.

Almroth juga menegaskan bahwa filter rokok juga merupakan sumber utama mikroplastik yang masuk ke lingkungan kita. Sesuatu yang kita tahu berdampak negatif besar pada kehidupan biologis. Filter rokok  penuh dengan ribuan bahan kimia beracun dan serat mikroplastik, jadi bukan sembarang plastik yang dibuang ke lingkungan. Itu limbah berbahaya.

"Melarang filter rokok akan memfasilitasi transisi menuju konsumsi yang lebih berkelanjutan," tambah mereka, "dan dengan demikian, sejalan dengan prinsip pengelolaan Bumi serta mandat internasional yang luas untuk mengembangkan Perjanjian PBB untuk mengakhiri polusi plastik," tutupnya.

Berbagai sumber

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2