Komitmen Indonesia Tak Kendur untuk Capai Tujuan Lingkungan Secara Global

Klikhijau.com – Komitmen Indonesia tidak kendur, khususnya di bidang lingkungan. Bahkan yang terjadi justru sebaliknya, tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam melakukan berbagai kebijakan dan program...

Komitmen Indonesia Tak Kendur untuk Capai Tujuan Lingkungan Secara Global
Bacakan Artikel

Merumuskan program global

Menanggapi hal tersebut, CEO Global Environment Facility(GEF), Carlos Manuel Rodriguez menyampaikan pertemuan Asia Pacific Workshop (APW) bertujuan untuk memberikan gambaran umum dan mendiskusikan Strategi Pemrograman GEF-8 (GEF-8 Programming Strategy) serta memberikan panduan tentang partisipasi negara-negara anggota GEF dalam 11 (sebelas) Program Terpadu (Integrated Programs (IPs), yang diantaranya: (1) Critical Forest Biomes; (2) Circular Solutions to Plastic Pollution; (3) Ecosystem Restoration; (4) Eliminating Hazardous Chemicals from Supply Chains; (5) Food Systems; (6) Net-Zero Nature-Positive Accelerator; (7) Wildlife Conservation for Development.

"Saya ingin mendengar update kondisi terkini dari seluruh peserta perwakilan dari 31 negara yang hadir pada APW ini, agar kita dapat merumuskan program global yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan prinsip no one left behind," katanya.

GEF merupakan mekanisme pendanaan hibah untuk perlindungan keanekaragaman hayati, mitigasi perubahan iklim, restorasi ekosistem, serta pengurangan polusi dari bahan kimia dan limbah. GEF mendukung pembiayaan implementasi konvensi internasional terkait lingkungan (Multilateral Environment Agreements/MEAs) dan inisiatif-inisiatif negara yang berdampak pada manfaat global.


Konvensi tersebut diantaranya UN Convention on Biological Diversity (UNCBD); UN Convention to Combat Desertification (UNCCD); UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC); Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants; Montreal Protocol on Substances that Deplete the Ozone Layer; dan Minamata Convention on Mercury.

Kerja sama GEF menghubungkan 184 negara dengan lembaga masyarakat, organisasi PBB, sektor swasta, dan Lembaga pendanaan lingkungan lainnya untuk menghasilkan Global Environmental Benefit (GEBs) yang lebih besar.

GEF telah memulai siklus pendanaan ke-8 untuk periode 1 Juli 2022 s.d. 30 Juni 2026 dengan total replenishment sebesar US$ 5,3 Milyar untuk didistribusikan kepada 144 negara. lndonesia menjadi negara penerima hibah GEF-8 terbesar pertama di dunia (sebelumnya menduduki peringkat ke-3) dengan total alokasi US$ 103,65 Juta. Adapun dana tersebut terbagi menjadi alokasi untuk Focal Area Biodiversity US$ 82,15 jula, Climate Change US$ 20,05 iuta dan Land Degradation US$ 1,45 juta.

Sebelumnya, Indonesia mendapatkan alokasi pendanaan GEF sebesar US$ 114,341 ,811 selama kurun waktu 2018-2022. Alokasi dana tersebut telah dimanfaatkan ke dalam 24 (dua puluh empat) proyek GEF7 di lndonesia, dan 14 (empat belas) diantaranya diampu oleh KLHK, melalui beberapa unit eselon 1. Sedangkan 8 (delapan) proyek lainnya tersebar di Kemenko Perekonomian, Kemenko Marves, Bappenas, Kementerian Pertanian, Kemen ESDM, KKP, Kementerian Perindustrian dan PT. lnalum (MIND lD).

Selain, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong; dan Global Environment Facility (GEF) CEO & Chairperson (former Minister of Environment and Energy, Costa Rica), Carlos Manuel Rodriguez; pada workshop ini turut hadir State Minister for Environment, Climate Change and Technology, Maldives, Ahmed Naseer; dan Permanent Representative of the Indepedent State of Samoa to the United Nations, Ambassador Aliioaiga Feturi Elisaia, serta Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK Laksmi Dhewanthi selaku Indonesia's Operational Focal Point to the Global Environment Facility.***

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2