Kisah Labi-Labi Moncong Babi di Penghujung Akhir Tahun 2024

Klikhijau.com – Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) juga menghadapi permasalahan klasik, yakni perburuan. Hasil dari perburuan itu kemudian dipelihara atau diperjualbelikan, bahkan diselu...

Kisah Labi-Labi Moncong Babi di Penghujung Akhir Tahun 2024
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) juga menghadapi permasalahan klasik, yakni perburuan. Hasil dari perburuan itu kemudian dipelihara atau diperjualbelikan, bahkan diselundupkan hingga keluar negeri.

Statusnya sebagai satwa endemik Papua dan dilindungi tidak serta merta menyelamatkan kelangsungan hidupnya. Bahkan meski International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist masuk dalam kategori EN (endangered) atau terancam punah.

Labi-labi moncong babi atau yang juga dikenal dengan nama Kura-kura moncong babi menghuni wilayah selatan Papua. Satwa ini memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Tahun 2019 World Wide Fund for Nature (WWF) melaporkan anak labi-labi moncong babi (tukik) di pasar internasional dapat dijual dengan harga masing-masing $ 39- $ 56.

Sementara ditingkat nasional untuk labi-labi moncong babi dewasa di perdagangan mulai dari harga 1,5-3 juta rupiah. Tidak mengherankan jika di habitat aslinya, satwa ini banyak diburu.

Meski begitu, di akhir tahun 2024 ini. Ada kabar baik datang dari satwa ini. dilansir dari laman ksdae.menlhk ribuan telur labi-labi moncong babi kembali ditemukan di Asmat, Papua Selatan,

Telur-telur tersebut telah banyak menyisahkan cangkang berserakan. Itu menandakan sebagian tukik telah menetas.

Memerlukan dedikasi tersendiri

Untuk memastikan keselamatan tukik-tukik tersebut, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua terus menangani telur-telur tersebut secara intensif. Apalagi tukik-tukiknya menetas tidak dalam waktu bersamaan.

Fikri Al Mubarok, Pengendali Ekosistem Hutan BBKSDA Papua, merinci jumlah keseluruhan telur pada mulanya 19.000 butir, diamankan di dua lokasi.

Pada Jumat, (13/12/2024) Satuan Reserse Kriminal Polres Asmat mengamankan 9.000 butir telur serta 1.809 tukik di kediaman pelaku.

Kemudian pada Sabtu, (14/12/2024) mereka kembali mengamankan 10.000 butir telur serta 1.385 tukik di kediaman pelaku yang berbeda. Aksi pengamanan tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan masyarakat dan penyelidikan mendalam oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Asmat terhadap kedua pelaku.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2