Kesehatan Lebah Dipengaruhi Kualitas Habitat dan Keanekaragaman Hayati

Klikhijau.com – Keberadaan lebah sangat diperlukan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Tidak hanya itu, sebagai serangga penyerbuk, lebah juga berperan penting bagi keragaman tanaman berbunga...

Kesehatan Lebah Dipengaruhi Kualitas Habitat dan Keanekaragaman Hayati
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Keberadaan lebah sangat diperlukan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Tidak hanya itu, sebagai serangga penyerbuk, lebah juga berperan penting bagi keragaman tanaman berbunga di seluruh dunia.

Karenanya, lebah harusnya diperlakukan dengan baik. Sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir lebah asli maupun koloni lebah madu dilaporkan populasinya telah mengalami penurunan.

Faktor menurunnya populasi lebah itu, tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja, tapi beragam faktor, di antaranya hilangnya habitat, parasit dan penyakit, serta meningkatnya penggunaan pestisida.

Belum lama ini tim peneliti yang dipimpin oleh University of Michigan (UM) menemukan bahwa upaya untuk mempromosikan kesehatan lebah asli dan yang dibudidayakan harus mempertimbangkan kebutuhan habitat khusus, seperti kepadatan bunga liar.

Selain itu, studi yang diterbitkan dalam jurnal Ekologi itu juga menyarankan pentingnya meningkatkan ukuran habitat lainnya.

Habitat lainnya yang dimaksud di antaranya jumlah habitat alami di sekitar lahan pertanian. Hal itu dapat meningkatkan keanekaragaman lebah. Selain meningkatkan, juga memiliki efek campuran pada kesehatan lebah secara keseluruhan.

Perlu peningkatan kualitas habitat

Michelle Fearon, penulis utama studi yang juga seorang ahli biologi di UM mengatakan, pengelolaan lahan di masa depan perlu mempertimbangkan peningkatan kualitas habitat secara luas. Hal tersebut dapat  menguntungkan keragaman komunitas penyerbuk, meski belum tentu menguntungkan kesehatan penyerbuk.

“Untuk mempromosikan kesehatan penyerbuk, kita perlu fokus pada peningkatan fitur kualitas habitat spesifik yang terkait. Caranya dengan pengurangan prevalensi patogen, seperti menanam bunga dengan kepadatan yang lebih tinggi,” katanya.

Sebagai bagian dari tesis doktoralnya, Fearon menjaring dan menjebak lebih dari 4.900 lebah di 14 peternakan labu musim dingin di Michigan tenggara dan menguji keberadaan tiga patogen virus.

Analisis mengungkapkan bahwa tingkat virus yang lebih rendah terkait dengan kekayaan spesies yang lebih besar di antara komunitas lebah lokal, sehingga memberikan dukungan untuk apa yang oleh ahli ekologi disebut sebagai “efek pengenceran”. Itu sebuah hipotesis yang agak kontroversial yang menyatakan bahwa peningkatan keanekaragaman hayati dapat mengurangi penularan penyakit menular.

Namun, dalam studi baru, Fearon dan rekannya menemukan bahwa kualitas habitat juga dapat mendorong perubahan keanekaragaman hayati dan prevalensi virus.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2