Kentangan, Jangkrik, dan Generasi 80-an

Klikhijau. com - Kentangan. Di kampung saya. Masyarakat menamainya baco’-baco’. Nama baco’, identik dengan laki-laki. Anak laki-laki biasanya dipanggil dengan nama itu. Hanya biasa dihilangkan huruf B...

Kentangan, Jangkrik, dan Generasi 80-an
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Begitu curah hujan mencurah. Ia akan tumbuh subur. Jangkrik pasti berpesta. Apalagi, tidak ada lagi anak-anak yang memburunya. Karena mereka sudah dikepung berbagai hiburan, khususnya gawai.

Morfologi dan manfaat kentangan

Kentangan. Menyandang nama ilmiah Borreria latifolia (Aubl.) K. Schum.). Ia memiliki batang yang tumbuh agak tegak dengan tinggi 15-20 cm. Batangnya berbentuk segi empat quadrangularis.

Habitat rumput ini adalah teresterial. Ia dapat hidup di tanah yang kering ataupun lembab. Rumput dari ordo Rubiales ini dapat ditemukan  pada ketinggian 865 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ia mampu bertahan suhu udara 24,17oC, pH tanah 5,9. Dengan kelembaban tanah 34,4 persen, kelembaban udara 35,4 persen dan intensitas cahaya 12061/20.000 C

Mayrani (2023) memasukkan gulma ini ke dalam golongan gulma berdaun lebar. Rumput dari familia  Rubiaceae  ini juga biasa dinamai rumput setawar.

Sebagai gulma, tentu saja tumbuhan ini dianggap pengganggu. Ia akan jadi penutup tanah dan pada tanaman muda sehingga menghambat pertumbuhannya.

Kentangan memiliki bunga berwarna putih.  Bunganya akan terbentuk pada ketiak daunnya dan pada ujung batang.

Rumput ini memiliki sistem perakaran tunggang. Tingginya 39,5 cm.  Bangun daunnya bulat telur ovatus. Ujungnya meruncing acuminatus.

Tepi daunnya rata integer, daging daunnya tipis seperti kertas papyraceus. Untuk pertulangan daunnya menyirip penninervis, warna daun hijau.  Kentangan memiliki daun dengan lebar 1,6 cm. Panjang daunnya 2,8 cm.

Ia termasuk atau tumbuhan berkayu. Berdaun tunggal atau majemuk. Daunnya duduk berhadapan, dengan atau tanpa daun penumpu.

Meski jadi pengganggu pada tanaman. Rumput ini menurut Widhyastini dkk (2012) dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

Ia dapat mengobato batu empedu, dapat dibuat infus atau pipisan. Diminum 2 kali sehari tiap kali minum 100 ml.

Klasifikasi

Dengan mengutip  Tjitrosoepomo (2007), Tosang  (2019) mengklasifikasi kentangan sebagai berikut:

  • Regnum : Plantae

  • Divisio : Spermatophyta

  • Subdivisio : Angiospermae

  • Classis : Dicotyledoneae

  • Subclassis : Sympetalae

  • Ordo : Rubiales

  • Familia : Rubiaceae

  • Genus : Borreria

  • Species : Borreria latifolia L.


Nah, jika sahabat hijau berniat memelihara jangkrik. Rumput ini bisa dibudidayakan sebagai pakan jangkrik. Dijamin murah meriah.

Demikianlah. Semoga memberi manfaat

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2