Kekurangan Serangga Penyerbuk, Kopi dan Kakao Bisa Jadi Tinggal Kenangan

Klikhijau.com – Ketika dunia terancam kehilangan serangga penyerbuk. Secara tidak langsung akan jadi “kiamat” bagi beberapa jenis tanaman. Khususnya yang menggantungkan hidupnya pada serangga penyerbu...

Kekurangan Serangga Penyerbuk, Kopi dan Kakao Bisa Jadi Tinggal Kenangan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Ketika dunia terancam kehilangan serangga penyerbuk. Secara tidak langsung akan jadi “kiamat” bagi beberapa jenis tanaman. Khususnya yang menggantungkan hidupnya pada serangga penyerbuk.

Hal tersebut bukan tanpa bukti, tapi akan benar-benar nyata. Sebuah temuan studi baru membuktikannya.

Studi baru tersebut dipimpin oleh para peneliti dari University College London (UCL) dan Natural History Museum.

Para peneliti menemukan bahwa hilangnya serangga penyerbuk menyebabkan beberapa tanaman tropis paling populer di dunia bisa saja tinggal kenangan alias terancam punah, seperti kopi, kakao, mangga , dan semangka.

Hasil studi tersebut memperlihatkan tren yang memprihatinkan karena adanya gabungan tekanan perubahan iklim dan aktivitas pertanian. Hal itu jadi bagian kunci yang telah menyebabkan penurunan substansial, baik dalam kelimpahan maupun kekayaan serangga penyerbuk.

Studi yang diterbitkan  Science Advances itu mengumpulkan data dari 1.507 lokasi penanaman tanaman di seluruh dunia dan mengkatalogkan 3.080 spesies serangga penyerbuk.

Tim peneliti mengamati bagaimana perubahan iklim dan modifikasi penggunaan lahan telah menyebabkan dampak serius terhadap penyerbukan tanaman di seluruh dunia.

Perlu diingat bahwa tiga perempat tanaman di bumi sampai batas tertentu bergantung pada penyerbukan hewan atau serangga.

Karena itu, para peneliti menciptakan model untuk mengeksplorasi tanaman mana yang paling berisiko hingga tahun 2050. Mereka berharap temuan mereka dapat menjadi bahan pemanasan bagi komunitas pertanian dan konservasi.


Penulis utama Dr Joe Millard mengatakan penelitian mereka menunjukkan bahwa daerah tropis kemungkinan besar paling berisiko ketika bencana ini terjadi. Itu berdampak pada produksi tanaman akibat hilangnya penyerbuk, terutama akibat interaksi perubahan iklim dan penggunaan lahan.

Walaupun risiko lokal paling tinggi terjadi di kawasan seperti Afrika Sub-Sahara, Amerika Selatan bagian utara, dan Asia Tenggara, dampaknya meluas secara global melalui perdagangan tanaman yang bergantung pada penyerbukan

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2