Kaum Muda Jadi Sasaran Empuk Dampak Buruk dari Perubahan Iklim?

Klikhijau.com – Perubahan iklim dan guncangan yang dibawanya, rupanya dapat memberi dampak yang lebih besar dan luas, khususnya kepada kaum muda. Peristiwa perubahan iklim dapat memberi daya kejut...

Kaum Muda Jadi Sasaran Empuk Dampak Buruk dari Perubahan Iklim?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perubahan iklim dan guncangan yang dibawanya, rupanya dapat memberi dampak yang lebih besar dan luas, khususnya kepada kaum muda.

Peristiwa perubahan iklim dapat memberi daya kejut yang dapat melahirkan rasa trauma. Bukan hanya persoalan cuaca yang mudah beruba, tetapi juga akan siklus alam hingga pendapatan atau ekonomi.

Belum lama ini ada sebuah studi baru-baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Penn State 's College of Agricultural Sciences.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Carolyn Reyes, rekan peneliti senior di Public Wise. Menurutnya, “Karena perubahan iklim menyebabkan peristiwa cuaca yang lebih sering dan parah, dan krisis ekonomi serta pandemi yang sedang berlangsung terus menciptakan tantangan bagi keluarga, sangat penting bagi kebijakan untuk membantu meminimalkan dampak guncangan ini” kata Reyes.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa peristiwa traumatis atau "kejutan", seperti bencana iklim dan hilangnya pendapatan keluarga, dapat berdampak jangka panjang pada kemajuan akademik dan ketahanan pangan di masa depan.

Bercerita tentang masa depan, maka yang paling akan terguncang tentulah kaum muda, sebab merekalah pemegang tongkat stafet di masa mendatang

Dalam studi tersebut, para peneliti mengambil dari data yang dikumpulkan di Peru. Mereka adanya menemukan korelasi langsung antara paparan jumlah kejutan yang lebih tinggi di awal kehidupan dan nilai tes membaca dan kosa kata yang lebih rendah dari waktu ke waktu.

Dampak dari traumatis itu  akan meluas hingga menurunnya tingkat ketahanan pangan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Population Research and Policy Review ini memberikan wawasan yang berpotensi menginformasikan kebijakan untuk mengurangi dampak guncangan.

Tawaran solusi

Untuk keluar dari ancaman tersebut, Reyes menyarankan intervensi potensial seperti transfer tunai tanpa syarat, perlindungan sosial yang diperluas, dan program asuransi yang lebih mudah diakses dan tersedia secara luas.

Selain itu, penelitian tersebut menunjukkan bahwa guncangan baru-baru ini memiliki hubungan yang lebih kuat dengan hasil pembelajaran dan kesejahteraan yang negatif.

Secara khusus, remaja Peru berusia 15 tahun yang mengalami syok dalam tiga sampai empat tahun sebelumnya ditemukan memiliki nilai ujian yang lebih rendah, ketahanan pangan yang kurang, kesehatan yang lebih buruk, dan beban tugas rumah tangga yang lebih besar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2