Kaum Muda Jadi Sasaran Empuk Dampak Buruk dari Perubahan Iklim?

Klikhijau.com – Perubahan iklim dan guncangan yang dibawanya, rupanya dapat memberi dampak yang lebih besar dan luas, khususnya kepada kaum muda. Peristiwa perubahan iklim dapat memberi daya kejut...

Kaum Muda Jadi Sasaran Empuk Dampak Buruk dari Perubahan Iklim?
Bacakan Artikel

Sementara itu rekan penulis, Profesor Heather Randel mengungkapkan,  guncangan rumah tangga yang dialami oleh anak-anak dapat berdampak buruk pada kesehatan dan pembelajaran di mana pun mereka tinggal.

“Misalnya, jika remaja harus membantu merawat saudara kandung atau membantu orang tua mereka mencari nafkah, ini dapat mengalihkan sumber daya dan perhatian dari sekolah. Hal ini pada gilirannya dapat memengaruhi jumlah waktu yang dimiliki remaja untuk fokus pada tugas sekolah, atau mungkin mendorong mereka keluar dari sekolah sama sekali,” katanya.

Perlu diperhatikan bahwa anak-anak seringkali lebih rentan terhadap guncangan daripada anggota rumah tangga lainnya. Terutama anak-anak kecil dapat menghadapi gangguan perkembangan fisik dan kognitif yang signifikan dan bertahan lama karena guncangan kehidupan awal.

Masalah ini semakin parah bagi anak-anak dari rumah tangga pedesaan, yang dapat menghadapi rintangan tambahan akibat guncangan lingkungan. Misalnya, anak-anak mungkin dikeluarkan dari sekolah untuk mengkompensasi hilangnya pendapatan keluarga akibat gagal panen di musim kemarau.

Fokus pada kaum muda

Meskipun studi sebelumnya telah mengidentifikasi hubungan antara guncangan dan hasil pendidikan yang merugikan. Kebanyakan dari mereka mengandalkan data cross-sectional daripada data longitudinal, atau hanya meneliti efek dari satu atau dua jenis guncangan.

Reyes dan Randell bermaksud untuk memperluas penelitian untuk menganalisis dampak berbagai guncangan pada pendidikan dan berbagai aspek kesejahteraan selama rentang waktu 15 tahun.

Studi tersebut memanfaatkan data dari Young Lives Longitudinal Survey yang melibatkan 1.713 anak dari Peru, yang dikumpulkan selama 15 tahun.

Para peneliti mempertimbangkan beragam guncangan, termasuk guncangan ekonomi atau pertanian seperti kehilangan pekerjaan atau gagal panen, guncangan lingkungan seperti banjir atau gempa bumi, dan guncangan keluarga seperti perceraian atau kematian anggota keluarga.

Beberapa penjelasan yang masuk akal diajukan oleh para peneliti untuk temuan ini. Misalnya, jika banjir menghancurkan panen keluarga, anak-anak mungkin terpaksa bekerja lebih banyak untuk menutupi pendapatan yang hilang, mengurangi sekolah atau belajar mereka.

Sebaliknya, kematian anggota keluarga dapat menimbulkan dampak psikologis yang menghambat kemajuan sekolah.

Reyes menyarankan bahwa implikasi dari mengalami banyak kejutan di awal kehidupan berpotensi melampaui masa remaja dan bertahan selama bertahun-tahun.

“Karena pendidikan dan pengalaman kerja awal sangat penting untuk kesuksesan ekonomi dan sosial di masa depan. Paparan terhadap guncangan dapat menciptakan keadaan yang mengakibatkan kesulitan seumur hidup,” katanya.

“Penelitian tambahan dapat mengeksplorasi mekanisme yang tepat tentang bagaimana guncangan ini memengaruhi sekolah dan kesejahteraan, yang kemudian dapat membantu merancang intervensi yang ditargetkan dan efektif,” tutupnya.

Sumber: Earth

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2