Kantong Plastik Bukan Tempat Sampah, Maka Gunakan dengan Bijak

Klikhijau.com – Banyak orang menjadikanmu tempat sampah. Kau dianggap simpel dan bisa menyimpan sampah sebelum digeletakkan di pinggir jalan atau tempat sampah. Hargamu yang  murah, membuat orang m...

Kantong Plastik Bukan Tempat Sampah, Maka Gunakan dengan Bijak
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Begini saja, masyarakat harusnya mendengan wejangan dari Tiza Mafira. Ia  dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.

Tiza memberi kiat cara memanfaatkanmu, khususnya yang ada di rumah-rumah warga agar kau dimanfaatkan untuk memberikan dampak baik bagi lingkungan.

Pakai berulang-ulang

"Pakai ulang sebanyak mungkin, tapi jangan untuk kantong sampah karena itu hanya dipakai dua kali, saat membeli, lalu ketika membuang barang," kata Tiza dalam webinar “Zero Waste! Cara Asyik Kelola Sampah di Rumah pada Masa Pandemi”, Sabtu, 31 Oktober 2020 seperti dikutip dari Antara.

Tiza, seperti kebanyakan orang yang menganggapmu ancaman. Dan itu memang  benar,  kau  bandel, sulit terturai dan awet. Sifatmu itu pula yang membuka peluang  bagimu untuk digunakan berulang-ulang.

Oya, orang-orang di kampung saya, Kindang telah memanfaatkanmu seperti saran Tiza. Kau menjadi barang yang harus disimpan untuk digunakan berulang-ulang kali sebelum jatuh ke lingkungan dan mencemarinya.

Kau  bisanya dibawa untuk berbelanja ke warung terdekat, atau memanfaatkanmu sebagai pembungkus barang atau makanan jika warga ke kebun.

"Untuk menampung sampah (dengan plastik) itu tidak tepat, jadi tidak usah pakai kemasan." Saran Tiza.

Agar kau tetap bisa digunakan berulang –ulang. Tidak terbuang hanya sekali pakai saja lalu tergeletak sepi di lingkungan dan jadi bahan yang mencemari. Maka menurut Tiza  sampah harus dibagi  menjadi dua bagian, termasuk kamu di dalamnya, yakni sampah basah (organik) dan sampah kering seperti plastik, kaleng, hingga kaca.

"Sampah basah dan sampah kering itu tidak jodoh, jangan sampai mereka tercampur, kalau sempat tercampur sebentar saja sudah saling mencemari satu sama lain."

Langkah penting lainnya adalah mengurangi produksi sampah, khususnya memproduksimu. Sebab jika kau tidak berhenti diproduksi, lingkungan ini bisa saja dipenuhi olehmu.

Dan itu sangat membahayakn kesehatan manusia, tanah bahkan air. Karena itu, masyarakat harus bijak menggunakanmu.  Setidaknya tidak lagi menjadikanmu tempat sampah untuk menampung sampah yang lain di dalam rahimmu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2