Hujan Lale

Kopi ke Cengkeh   sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis kau selalu suka gerimis. ada kenangan jenaka...

Hujan Lale
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

dan di lebaran nanti, kau berniat memotong ayam jago kelabu itu. kau ingin menjamu kerabat dari jauh dengan songkolo dan ayam kampung pallu likku

hanya kau bingung, siapa yang akan memakan sisa nasi di piringmu jika si ayam jago kelabu itu jadi pallu likku?

kau memijit kepalamu yang tak sakit. dan mulai bertekad tak ada lagi sebutir nasi tersisa di piringmu selepas si ayam jago kelabu itu melepas napasnya.

Kindang, Feb 2026

Hujan Lale


 

"akar walisongo akan menghujam ke tanah, mengikatnya ke bebatuan"

kau mendengar pesan itu penuh ragu, tapi ditimbun bukitan penasaran

di kebun kopi penuh aroma kenangan itu, musim hujan selalu mencuri tanahnya, membawanya ke dalam sungai lalu menuju laut.

tak ada pohon kopi bisa tumbuh di laut, sungguh kau paham itu. namun, hujan selalu mengantar pohon kopimu ke laut jauh.

sandaranmu kini, pada tanaman walisongo itu. akarnya akan mengikat tanah, mengikat pohon kopi betah di kebun, meski hujan tiba dengan sangat lale.

Kindang, Feb 2026

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2