Hewan Laut Melawan Perubahan Iklim dengan Saling Melindungi

Klikhijau.com – Di tangan perubahan iklim, kehidupan hewan laut bisa berubah drastis. Perubahan iklim memang telah mendorong banyak hal baru. Termasuk ancaman yang lebih intens. Membuat kehidupan laut...

Hewan Laut Melawan Perubahan Iklim dengan Saling Melindungi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Di tangan perubahan iklim, kehidupan hewan laut bisa berubah drastis. Perubahan iklim memang telah mendorong banyak hal baru. Termasuk ancaman yang lebih intens. Membuat kehidupan laut jauh lebih buruk.

Belum lama ini, ada laporan jika pengasaman laut yang dipicu pemanasan global (baca di SINI) jadi ancaman yang serius bagi keberlangsungan hidup ikan.

Bukan hanya ikan, tapi juga terumbu karang—yang menjadi rumah banyak biota laut terancam hilang pula. Intinya perubahan iklim membawa hal-hal yang tidak baik-baik saja.

Namun, di balik ancaman itu, perubahan iklim juga bisa menciptakan satu mode interaksi baru, khususnya bagi hewan laut.

Ada sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal Ecology yang mengungkapkan jika hewan laut mungkin bisa saling membantu agar bertahan hidup. Terutama saat mereka berusaha menyesuaikan diri dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.

Studi baru tersebut dilansir dari Earth, dibiayai oleh National Science Foundation dan dipimpin oleh Profesor Laura Jurgens dari Texas A&M University di Galveston.

Studi itu mengungkapkan bahwa beberapa spesies laut dapat membantu melindungi yang lain dari panas, sehingga bisa survive dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.

Menurut para peneliti, sebagian besar keanekaragaman hayati global. Berada di dalam habitat biogenik yang memperbaiki tekanan fisik.

Dalam kebanyakan kasus, rincian tentang bagaimana kondisi fisik dalam habitat fasilitatif merespons kekuatan iklim eksternal memang tidak diketahui. Itulah yang menghambat prediksi perubahan iklim untuk banyak spesies dunia.

Dengan tempat tidur kerang

“Menggunakan tempat tidur kerang intertidal sebagai sistem model, kami mengkarakterisasi hubungan antara kondisi iklim eksternal dan kondisi panas dan pengeringan di dalam habitat mikro,” ungkap Jurgens.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2