Hari Ibu, Perayaan Kasih Perempuan terhadap Ketahanan Pangan Bahari dari TN Takabonerate

Klikhijau.com - Media social hari ini riuh dengan ucapan selamat. Foto-foto lama diunggah ulang, kata-kata puitis tentang pelukan ibu membanjiri lini masa. Namun, bagi saya, peringatan Hari Ibu setiap...

Hari Ibu, Perayaan Kasih Perempuan terhadap Ketahanan Pangan Bahari dari TN Takabonerate
Bacakan Artikel

Ketahanan pangan bahari di wilayah kepulauan seperti Selayar sangat bergantung pada bagaimana perempuan mengelola akses terhadap pangan. Mereka adalah benteng pertama melawan stunting di pesisir. Melalui olahan hasil laut yang kaya omega-3, mereka sedang membangun fondasi kecerdasan anak-anak pulau.

“Ibu- ibu adalah ujung tombak dalam mentrasformasikan kekayaan biodiversitas menjadi makanan yang menghidupi keluarga, sekaligus bernilai ekonomi,” pungkasnya, menambah bahwa perlu disadara peran yang luas dan kompleks.

Dari Ketahanan Pangan ke Ketahanan Ekonomi

Bernilai ekonomi karena Ikan Kering, sambung Asri, Ikan Taka itu nilai ekonominya tinggi. Suaminya Pigi Melaut, Istrinya mengolah hasil tangkapan. Dari situ kita melihat bagaimana pembagian peran yang berkeadilan sehingga hasil laut menjangkau area lintas daerah.

Kini, jangkauan pemasaran hasil laut itu sudah sampai lintas daerah provinsi, Asri merinci penjualannya sudah sampai Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB),Kota Makkasar, Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba hingga  Sinjai

Mengamati aktivitas ibu-ibu di Pulau Jinato adalah pelajaran tentang resiliensi. Saat musim baratan tiba dan ombak sedang tidak bersahabat bagi nelayan untuk melaut, para ibu memutar otak. Mereka mengandalkan stok ikan kering atau hasil olahan yang telah disimpan dengan cermat. Inilah esensi ketahanan pangan: kemampuan bertahan di tengah ketidakpastian iklim.

Hari Ibu, dalam konteks masyarakat bahari, seharusnya menjadi momentum untuk memberikan pengakuan lebih luas. Bahwa peran perempuan dalam sektor perikanan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Mereka adalah jaring pengaman sosial dan ekonomi.

Sajian hasil laut dari pulau di Takabonerate bukan sekadar urusan mengenyangkan perut. Itu adalah ritual menghargai kerja keras perempuan yang bergelut dengan sisik ikan, aroma garam, dan asap dapur.

Perayaan Hari Ibu di Taka Bonerate tidak butuh baliho besar. Ia merayap dalam doa-doa ibu yang melepas suaminya melaut, dalam ketelitian tangan mereka membersihkan cumi, dan dalam senyum puas saat melihat anak-anak mereka makan dengan lahap.

Dari Takabonerate kita bisa belajar, bahwa ketahanan pangan nasional bermula dari kasih sayang di dapur-dapur pesisir. Selamat Hari Ibu untuk para penjaga samudera. Terima kasih telah menjaga laut tetap ada di meja makan kami.

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2