Hanjuang, Tanaman Ritual yang Jadi Pembatas Kebun

Klikhijau.com – Hanjuang atau Cordyline fruticosa merupakan tanamn yang menarik. Warna daunnya yang ungu kemerah-merahan  bercampur hijau jadi kombinasi yang cantik. Tanaman ini biasanya dijadikan...

Hanjuang, Tanaman Ritual yang Jadi  Pembatas Kebun
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Tanaman ini memiliki bagian kuncup apikal yang akan terus tumbuh. Kuncup yang terus tumbuh dapat menyebabkan bagian kuncup lateral mengalami dormansi. Bila kuncup apikal di potong maka kuncup lateral akan hilang masa dormansinya dan mengakibatkan arah perumbuhannya menjadi simpodial

Hanjuang tidak hanya dijadikan sebagai tanaman pembatas kebun dan tanaman hias di pekerangan rumah. Namuni dulu, menurut Abdul Rahman (70) hanjuang dijadikan sebagai tanaman pada kuburan atau makam.

Tanaman ini seolah wajib ada di kuburan sebagai penanda. “Dulu dijadikan sebagai tanaman pada kuburan. Entah apa maksudnya?” ujar Abdul Rahman, 12 November 2020.

Tanaman ritual

Rahman akui bahwa di kebunnya, ia juga menanam hanjuang sebagai pembatas. Selain pembatas kebun dan tanaman makam. Hanjuang juga biasanya dipakai dalam ritual—khususnya saat ada pesta perkawanian.

Biasanya mempelai pria atau wanita sebelum masuk ke rumah mempelai pasangannya akan disediakan air dalam satu wadah. Salah satu isi air itu adalah tanaman hanjuang.

Sekali lagi di kampung saya, Kindang, Bulukumba, nama tanaman ini adalah siri, yang bisa diartikan sebagai tanaman siri’ sehingga dengan menggunakannya diharapkan mempelai pria dan wanita memiliki nilai siri’—sebagai budaya bugis Makassar saat mengarungi bahtera rumah tangganya.

Khusus sebagai tanaman makam, hanjuang kini tidak lagi wajib menghuni makam jika ada yang meninggal dunia. Tanaman dengan warna menawan ini lebih banyak difungsikan sebagai tanaman penanda batas kebuh dan ritual saja, khususnya saat ada pesta pernikahan.

Bukan hanya masyarakat Kindang yang menjadikan tanaman ini sebagai tanaman ritual. Namun, bagi masyarakat Sunda, hanjuang adalah tanaman yang dianggap istimewa, bukan saja dianggap sebagai tanaman hias dan obat, tetapi juga sebagai sawen tulak bala.

Sawen tulak bala adalah cara tradisional yang dipercaya oleh masyarakat Sunda untuk menolak berbagai gangguan kekuatan gaib dan wabah penyakit. Inti dari sawen tulak bala adalah jenis tumbuhan tertentu yang dianggap mengandung kekuatan magis, dalam hal ini tanaman hanjuang yang diikat dan diberi ritual doa lalu diletakkan pada tempat tertentu, baik di dalam maupun di luar rumah agar terhindar dari bencana untuk mendapatkan keselamatan, (Ani Rostiyati, 2020)

Sementara itu, di Bali tanaman ini juga digunakan untuk keperluan upacara munar lembur. Satu batang tanaman ini—yang masih berdaun akan  dipotong. Pada saatnya nanti, batang tersebut akan ditancapkan ke tanah agar kelak tumbuh berakar. Dalam upacara munar lembur, hanjuang memiliki makna sebagai batas juga sebagai simbol bahwa manusia harus senantiasa berjuang dalam berbagai aspek kehidupan (Yudi Putu Satriadi Ria Andayani Somantri, 2016)

Begitulah sahabat hijau sekilas tentang tanaman hanjuang. Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2