Gotong Royong di World Cleanup Day, Cara Warga Makassar Merawat Kota dari Pesisir

Klikhijau.com -  Udara Makassar terasa lebih segar dari biasanya di hari Sabtu pagi, 20 September 2025.  Sinar matahari mengintip di ufuk timur, memanja di permukaan laut yang tenang. Pesisir Tanjung...

Gotong Royong  di World Cleanup Day, Cara Warga Makassar Merawat Kota dari Pesisir
Bacakan Artikel

Tertawa sambil belajar jauh lebih mudah diterima anak-anak. Kalau mereka sudah terbiasa sejak kecil, kelak menjaga lingkungan jadi kebiasaan, bukan beban,” ujar Melinda.

Tawa anak-anak itu seakan menghidupkan suasana. Di tengah tumpukan sampah, ada keceriaan yang tumbuh, memberi pesan bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan riang, bukan hanya serius.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Helmy Budiman, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni. “Makassar punya garis pantai yang indah. Kalau dijaga bersama, bisa sejajar dengan destinasi wisata mana pun di Indonesia. Tapi semua itu butuh kesadaran. Mulailah dari rumah, dari memilah sampah sederhana,” ujarnya sambil memantau tumpukan karung sampah yang semakin menggunung.

Dua jam penuh keringat

Kerja bakti berlangsung lebih dari dua jam. Matahari meninggi, peluh bercucuran, tapi semangat tidak surut. Ibu-ibu PKK menyiapkan minuman dingin, remaja membantu mengangkat karung penuh sampah ke truk pengangkut, sementara para petugas DLH memastikan setiap sudut pantai benar-benar bersih.

Menjelang pukul sembilan pagi, garis pantai Tanjung Biru mulai tampak berbeda. Pasirnya kembali terlihat bersih, bebas dari botol plastik dan sampah yang sebelumnya menumpuk.

“Semoga ini bukan sekadar aksi tahunan. Mari kita jadikan kebersihan sebagai kebiasaan. Makassar yang bersih adalah hadiah terbaik untuk anak-anak kita,” harap Munafri.

Hari itu, Makassar belajar sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar membersihkan sampah. Kota ini belajar tentang kebersamaan, tentang gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat urban, dan tentang harapan yang bisa tumbuh dari tangan-tangan kecil yang riang berlarian di pantai.

World Cleanup Day 2025 di Makassar akhirnya bukan hanya peristiwa global, tetapi kisah lokal, kisah tentang nelayan yang ingin lautnya tetap bersih, tentang ibu rumah tangga yang ingin anaknya belajar peduli sejak dini, tentang pemimpin yang memilih ikut kotor bersama warganya. Sebuah kisah tentang kota yang belajar bernapas lebih lapang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2