Forsi LHK Sulsel Gelar Temu Pejabat Fungsional dan Pilih Ketua Baru

Klikhijau.com – Selasa 20 Juni 2023, SMK Kehutanan Negeri Makassar mendadak ramai. Ramai oleh peserta yang menghadiri pertemuan fungsional lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) Sulawesi Selatan. Nampak...

Forsi LHK Sulsel Gelar Temu Pejabat Fungsional dan Pilih Ketua Baru
Bacakan Artikel

Sejumlah produk kelompok binaan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan KPH Walanae tersaji di meja promosi. Menjadi tawaran bagi peserta yang berminat mencicipi aneka produk siap saji seperti madu karst, gula semut, jahe instan hingga sarabba instan.

Kepala P3E Sulawesi dan Maluku membuka cakrawala peserta melalui Opening Speech-nya. Melukiskannya melalui sebuah gambar. "Perjalanan karir fungsional itu panjang dan berliku. Karena itu nikmatilah prosesnya. Berbuatlah yang terbaik hingga pada akhirnya akan membuahkan hasil yang manis," terang Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si., Kepala P3E Sulawesi dan Maluku.

Lebih lanjut Darhamsyah memotivasi peserta agar menempatkan diri sebagai penyokong organisasi. Penempatkan tujuan organisasi sebagai target utama. “Sebagai pejabat fungsional hendaklah mengambil bagian untuk mencapai tujuan bersama,” tambahnya.

Selanjutnya MC mempersilahkan narasumber pertama menyampaikan materi. Drs. Abdul Salam Gassing, M.H., Auditor Kepegawaian Ahli Madya BKN Makassar, menjadi narasumbernya. Memaparkan materi tentang dinamika jabatan fungsional pasca penerapan PermenpanRB nomor 1 tahun 2023. Peraturan menteri ini tentang jabatan fungsional.

"Aturan baru ini berfungsi untuk mengoptimalkan kinerja pejabat fungsional. Paraturan ini tidak lagi berfokus pada butir-butir kegiatan pejabat ini. Peraturan ini, orientasinya adalah pencapaian target organisasi. Jadi mereka tak perlu lagi membuat daftar usulan angka kredit, seperti sebelumnya,” pungkas Abdul Salam, Auditor kepegawaian BKN Makassar.

Lebih lanjut Abdul Salam menjelaskan bahwa untuk menilai kinerja pejabat fungsional, pimpinan akan melakukan penilaian sasaran kinerja pegawai (SKP) masing-masing. SKP ini disusun berdasarkan target yang diemban setiap kepala unit pelaksana teknis. Selanjutnya dijabarkan oleh staf di bawahnya, termasuk pejabat fungsional.

SKP akan dinilai berdasarkan bukti-bukti yang disertakan oleh setiap pejabat fungsional. Setelah itu pimpinan akan memberi nilai berdasarkan predikat penilaian. Predikat penilaian ini selanjutnya akan dikonversi menjadi angka kredit. Angka kredit ini kemudian akan menjadi dasar untuk kenaikan jabatan dan pangkat pejabat fungsional yang bersangkutan.

Ir. Jusman, Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan menjadi narasumber selanjutnya. Memaparkan materi tentang pengembangan karir jabatan fungsional. Menurutnya, pejabat fungsional memiliki peluang meniti jalur karir tanpa batas. “Saya punya mimpi, kawan-kawan fungsional bisa bekerja di lembaga-lembaga internasional. Mengapa? Karena pejabat fungsional ini rata-rata memiliki keahlian yang spesifik. Keahlian inilah menjadi nilai tawar,” beber Jusman, Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan.

Jusman juga berpesan agar pejabat fungsional ini terus mengecap ilmu di lembaga pendidikan. Menurutnya pimpinan akan senang jika stafnya pintar-pintar. Memudahkan pimpinan untuk mengalisis masalah dalam menemukan solusi.

“Juga menjadi tantangan bagi kami BBKSDA Sulsel, membutuhkan lebih banyak keahlian dalam tata kelola satwa liar. Sebut saja seperti ahli anoa, kami masih harus mengontak dosen di Jawa. Alangkah lebih baik jika keahlian seperti ini ada di antara kalangan kita,” tambahnya.

Panitia pelaksana tak menyia-nyiakan kehadiran Kepala BKSDA NTT. Karenanya memberinya ruang untuk berbagi wejangan kepada pejabat fungsional yang hadir.

“Saya salut dengan pejabat fungsional di Sulawesi Selatan, karena sudah memiliki forum. Forum seperti ini penting sebagai penghubung. Karena suara organisasi akan lebih besar power-nya ketimbang suara perseorangan. Semoga kehadiran Forsi LHK Sulsel ini berkontribusi bagi kinerja organisasi dan karir pejabat fungsional,” terang Ir. Arief Mahmud, M.Si., Kepala BKSDA NTT.

Pemandu acara kemudian membuka sesi tanya jawab. Dua orang peserta kemudian melayangkan tanya. Bertanya lebih detail tentang PermenpanRB nomor 1 tahun 2023. Salah satu peserta bertanya tentang trik menjadi pemimpin yang disenangi bawahan.

“Yang saya lakukan selama ini bisa jadi sama saja dengan kepala balai lain. Bagi kami, staf itu seperti anak-anak kami. Mereka ada yang rajin, ada juga yang kurang rajin, lebih banyak tengah-tengah. Jadi tentunya karena ini anak-anak kami sehingga semua harus dirangkul. Mengajak mereka untuk bekerja bersama untuk mencapai tujuan organisasi,” jelas kepala balai yang sudah melanglang buana mulai dari Taman Nasional Bali Barat, Bromo Tengger Semeru, Siberut, Taka Bonerate, hingga Lore Lindu ini.

Setelah beristirahat, peserta pertemuan kemudian melakukan pembahasan anggaran dasar dan rumah tangga Forsi LHK Sulsel. Pembahasan yang alot hingga menghasilkan dokumen yang menjadi panduan forum fungsional ke depannya.

Pertemuan ini terus berlanjut hingga ba’da Ashar. Selanjutnya peserta pertemuan melakukan pemilihan ketua Forsi LHK Sulsel periode 2023-2025. Melalui grup WhatsApp telah terjaring 3 bakal calon. 3 kandidat ini kemudian menyampaikan visi dan misinya di depan pemilih. Sudirman Sultan, Rahman, dan Mustari Tepu, secara bergantian berorasi.

Pemilihan berlangsung secara langsung dan semi tertutup. Setiap peserta memberikan hak suaranya. Hingga pada akhirnya Sudirman Sultan, memperoleh suara terbanyak dan berhak meneruskan estafet kepemimpinan Forsi LHK ke depan.

“Terima kasih telah mempercayakan kepada kami amanah ini. Saya berharap dukungan dari kawan fungsional untuk memajukan forum bersama ini. Menguatkan solidaritas demi mencapai tujuan organisasi ini,” kata Sudirman Sultan, Ketua Forsi LHK Sulsel periode 2023-2025.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2