Era Green Jobs: Pekerjaan Ramah Lingkungan untuk Semua Kalangan

Klikhijau.com - Rencana pemerintah Indonesia melaksanakan kebijakan pembangunan rendah karbon bisa memperluas penyerapan pekerja hijau (Green Jobs) di berbagai sektor usaha. Itu sebab, siapa pun wa...

Era Green Jobs: Pekerjaan Ramah Lingkungan untuk Semua Kalangan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Rencana pemerintah Indonesia melaksanakan kebijakan pembangunan rendah karbon bisa memperluas penyerapan pekerja hijau (Green Jobs) di berbagai sektor usaha.

Itu sebab, siapa pun warga sedianya bisa menekuni profesi ini, karena Green Jobs tidak hanya untuk mereka yang menguasai satu rumpun pengetahuan saja. Pada 2045, pemerintah memperkirakan akan tercipta 15 juta lapangan pekerjaan baru.

Koaksi Indonesia, organisasi nirlaba yang berperan sebagai simpul jejaring dan simpul pembelajaran untuk solusi dan aksi inovatif yang berkontribusi untuk pembangunan berkelanjutan di wilayah Nusantara, menyatakan, peluang penyerapan sumber daya manusia pada sektor ramah lingkungan harus mendapat perhatian serius pemerintah dan para pemangku pihak agar populasi pekerja produktif dalam bonus demografi bisa terserap dan mampu berkiprah menjadi pekerja hijau.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, per 2020 hingga 2035, populasi pekerja produktif akan mencapai 70 persen dari total seluruh penduduk Indonesia.

Agar bonus demografi bisa menjadi berkah, Koaksi Indonesia mendorong pemerintah untuk membuka seluas-luasnya akses pendidikan lebih tinggi secara memadai agar keunggulan kompetitif populasi usia produktif bisa meningkat di tingkat regional, nasional dan global melalui peluang kerja berkualitas.

“Koaksi mendukung Green Jobs dari hulu ke hilir. Dengan adanya kebijakan, pendanaan dan pengembangan teknologi, serta pengembangaan diri untuk sisi SDM. Ke depan ekonomi Indonesia harus bergerak kesana, maka demand-nya harus dibangun dengan pengetahuan yang memadai,” tegas Verena Puspawardani, Direktur Program Koaksi Indonesia pada kegiatan Green Jobs Summit 2023 di AONE Hotel, Jakarta pada 19 Desember 2023.

Menyoal siapa saja yang bisa menekuni Green Jobs, akademisi Universitas Indonesia Dr. Gracia Paramitha, PhD menegaskan kolaborasi yang kuat bisa terjadi jika semua pihak memiliki pemahaman yang kuat mengenai Green Jobs. “Green jobs merupakan seluruh usaha atau kegiatan yang memberikan dampak baik lingkungan hidup tidak hanya milik fakultas teknik dan MIPA, maka bisa lintas jurusan,” tambah Gracia.

Sementara, Manajer Advokasi dan Kebijakan Koaksi Indonesia, A. Azis Kurniawan mengatakan di negara berkembang dan sedang berkembang Green Jobs juga mencakup lapangan pekerjaan bagi para manajer, ilmuwan dan teknisi. Sementara remaja, petani, penduduk desa dan penduduk perkampungan miskin adalah pihak yang bisa mendapatkan manfaat dari para pekerja hijau. Di sisi lain, tambah Azis, target bauran energi baru terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025 secara tersirat juga mendorong lahirnya lapangan lapangan pekerjaan untuk bidang ramah lingkungan.

“Kita akan punya cukup banyak lapangan kerja yang baru. Misalnya, yang menarik pada 2025 - 2040 untuk energi baru dan terbarukan (EBT) bisa menciptakan lapangan 1,2 juta lapangan kerja di bidang teknik (direct jobs), sedangkan untuk pengembangan non teknisnya juga dibutuhkan seperti akuntan yang jumlahnya jauh lebih besar,” jelasnya.

Aziz menambahkan, untuk jadi negara maju pada 2045 nanti, peluang bonus demografi dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan persyaratan rendah karbon untuk menujukkan bahwa Indonesia mendorong ke arah yang lebih hijau.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2