Era Green Jobs: Pekerjaan Ramah Lingkungan untuk Semua Kalangan

Klikhijau.com - Rencana pemerintah Indonesia melaksanakan kebijakan pembangunan rendah karbon bisa memperluas penyerapan pekerja hijau (Green Jobs) di berbagai sektor usaha. Itu sebab, siapa pun wa...

Era Green Jobs: Pekerjaan Ramah Lingkungan untuk Semua Kalangan
Bacakan Artikel

Pada Green Jobs Summit 2023, turut hadir Pj. Tim Pendaftaran dan SIORMAS, Kementerian Dalam Negeri Yodie Indrawan, S.STP, MA. Menurut dia, perluasan dan peluang Green Jobs pada 2045 menjadi tantangan tersendiri di Indonesia. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai Green Jobs sangat penting untuk disebarluaskan dengan memberdayakan komunitas dan organisasi kemasyarakatan di pusat dan daerah.

“Pengenalan Green Jobs di Indonesia masih pada tahap level awal (pemula), belum seperti di Eropa. Kita masih mengenalkan. Membangun pondasi awal menjadi tantangan kita. Ini menjadi kendala utama dalam memasarkan Green Jobs di tingkat masyarakat. Yang kami inginkan, kami bekerjasama dengan Koaksi Indonesia dan beberapa jaringan lain untuk mengembangkan Green Jobs. Karena jika sendirian kami tidak mampu,” papar Yodie di hadapan 132 peserta yang hadir di acara Green Jobs Summit 2023.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri, tambah dia, juga akan memastikan adanya penciptaan lapangan kerja dan kelestarian lingkungan yang berlangsung secara sinergi. Sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang menjangkau seluruh kawasan Indonesia.

Untuk memperluas pemahaman masyarakat itu, Pj. Tim Pengawasan Ormas Asing dan Lembaga Asing Kementerian Dalam Negeri, Abdul Gafur S.STP, M.Si, menjelaskan narasi terkait Green Jobs sedianya sampai ke pemerintah daerah. Dengan begitu, tambah dia, pemerintah daerah bisa merawat atau mengawal kegiatan Koaksi Indonesia sampai ke level masyarakat, terutama untuk masyarakat berkebutuhan khusus.

Menurut Abdul Gafur, pemimpin di daerah harus peka terhadap isu lingkungan. Sedangkan peran para pemuda jelasnya, menjadi krusial untuk membantu pemerintah daerah memahami peluang mengenai Green Jobs.

“Ke depan kementerian terkait harus ada untuk berbicara transisi energi dan memberikan informasi terkait peluang kerja yang hijau, contohnya dari Kemenaker, SDM dan UMKM,” tambah Abdul Gafur.

Di Sektor Energi, mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang handal juga menjadi tantangan tersendiri. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) punya pekerjaan besar untuk mempersiapkan SDM handal untuk mendukung pembangunan ramah lingkungan melalui program transisi energi. Pekerjaan ini harus bisa dijalankan secepatnya untuk memuluskan implementasi pembangunan dengan emisi bersih (Net Zero Emission).

Endang Widayati S.T., M.T dari PPSDM EBTKE (KESDM) mengatakan pemerintah juga menyasar kolaborasi dengan komunitas dan media massa terkait penyiapan SDM handal. “Energi itu merupakan kebutuhan utama maka itu harus aman, andal dan ramah lingkungan. Kita siapkan juga standar kerja kompetensi yang menjadi patokan dan sertifikasi. Selain itu berkolaborasi untuk menjadi tenaga teknis yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan. Ada yang berasal dari bioenergi, solar, hidro.”

Sub Koordinator Bidang Perluasan Kesempatan Kerja Sektor Badan Usaha Pemerintah Kementerian Tenaga Kerja Victoryando Shandesz Joseph mengatakan mengacu pada data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), ada kenaikan angkatan kerja 13,6 juta per tahun.

Permasalahan sosial ke depan akan semakin kompleks jika pemerintah dan para pihak melakukan pengembangan sumber daya manusia dengan baik. Untuk mengembangkan SDM Kemenaker menurut Victoryando, kini menembangkan talenthub.kemnaker.go.id.

“Talent Hub, ada banyak potensi untuk mengembangkan keahlian dan usaha di bidang digital. Nanti kita capture jika ada memiliki minat dan bakat maka diundang untuk melatih sesuai dengan minat bakat. Nanti bisa mendapatkan sertifikasi. Dan bagaimana mencoba untuk

wirausaha, strategi yang dijalankan lebih pada mendorong. Laman bisa diakses untuk mencari kerja sesuai dengan keterampilan yang ada,” ungkapnya.

Suara Komunitas Menyambut Era Green Jobs

Sejumlah pegiat Green Jobs juga urun inisiatif mengenai serapan pekerja hijau yang nyata di Indonesia pada Green Jobs Summit 2023. New Energy Nexus Indonesia misalnya, mendirikan usaha rintisan Sumba Sustainable Solutions, untuk bisa meningkatkan akses listrik di Nusa Tenggara Timur. Demi mengentaskan kemiskinan.

Sementara Rizky Satrio Nugroho, Vice President of Business Development Rekosistem mengatakan pegiat pekerja hijau tak hanya lahir dari perguruan tinggi saja. Rekosistem tegas Rizki, juga merangkul pelaku sektor usaha yang selama ini dipandang sebelah mata, yakni pemulung.

“Profesi pemulung itu mempunyai settle income dan terus menambah jumlah participant. Sekarang sudah di upgrade, tahun depan setelah next funding akan mendapatkan job yang lebih besar lagi.” ungkap Rizky Satrio Nugroho.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2