Daun Katuk, Sahabat Baik bagi Ibu Menyusui

Klikhijau.com – Saran mengonsumsi daun katuk, ditayangkan berulang-ulang di layar televisi koridor  Puskesmas Borongrappoa, Bulukumba yang difungsikan sebagai ruang tunggu. Saya dan ibu  duduk di r...

Daun Katuk, Sahabat Baik bagi Ibu Menyusui
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klasifikasi tanaman katuk


  • Divisi : Spermatophyta

  • Anak divisi : Angiospermae

  • Kelas : Dicotyledoneae

  • Bangsa : Graniales

  • Suku : Euphorbiaceae

  • Anak suku : Phyllanthoideae

  • Marga : Sauropus

  • Jenis : Sauropus androgynus L. Merr (Urip Santoso, 2014)


Tanaman ini  termasuk tanaman merumpun, yang berbentuk perdu. Batangnya tumbuh dan berkayu. Jika Anda memangkas ujung batangnya, maka akan tumbuh tunas-tunas yang baru membentuk percabangan.

Kandungan daun katuk

Tanaman ini memiliki banyak kandungan senyawa aktif yang efektif pada daunnya, di antaranya vitamin A,B dan C, glikosida,   saponin, tanin, flavonoid, karbohidrat, protein, sterois, dan alkaloid yang berkhasiat sebagi antidiabetes, antiobesitas, antioksidan, menginduksi laktasi, antiinflamasi dan anti mikroba (Sampurno, 2007).

Selain digunakan dalam bentuk ekstrak langsung, daun katuk juga dapat digunakan dalam bentuk salep. Dalam bentuk salep, pada konsentrasi ektrak salep 20% memiliki daya hambat yang lebih baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan dengan konsentrasi ekstrak 10% dan 15%.

Daun tanaman ini kaya akan kandungan gizi dibandingkan daun pepaya dan daun singkong. kandungan protein, kalori, dan karbohidratnya hampir setara dengan daun pepaya dan singkong.  Bahkan kandungan zat besi daun tanaman dari bangsa graniales lebih unggul dari pada daun pepaya dan daun singkong.

Sahabat bagi ibu menyusui

Soraya Rahmanisa dan  Tara Aulianova, (2016) menjelaskan bahwa ASI atau air susu ibu menjadi cairan tang paling dibutuhkan bayi. Bagi ibu yang normal dapat menghasilkan ASI kira-kira 550-1000 ml.

ASI memiliki banyak manfaat bagi anak dari penyakit infeksi, di antaranya  diare, otitis media, dan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah.

ASI mengandung zat kekebalan yang mampu melindungi bayi dari penyakit diare dan menurunkan kemungkinan bayi terkena penyakit infeksi telinga, batuk, pilek, dan penyakit alergi.

Namun, meski banyak manfaatnya bagi bayi. Tidak semua Ibu bisa menyusui anaknya, salah satu faktornya karena ASInya kurang lancar.

Salah satu makanan yang dianjurkan  untuk memperlancar ASI adalah daun katuk. Pemberian pemberian ekstrak daun katuk dada ibu  menyusui bisa dilakukan sejak hari kedua setelah melahirkan. Dosisnya adalah 3x300 mg/hari. Pemberian itu dilakukan selama 15 hari terus-menerus. Hal itu dapat meningkatkan produksi ASI  hingga 50,7%.

Menurut Tiara Salsabila Majid dan Muchtaridi, (2018) bahwa sebanyak 70 persen ibu menyusui yang mengkonsumsi ekstrak daun katuk mengalami peningkatan produksi ASI yang melebihi kebutuhan bayinya.

Sedangkan bagi ibu yang tidak mengkonsumsi ekstrak daun katuk, hanya 6,7 persen yang mengalaimi kenaikan produksi ASI.

Jadi, bagi Anda yang sedang menyusui dan mengalami masalah ketidaklancaran ASI, Anda bisa mengonsumi daun tanaman yang bisa pada ketinggian 0-2100 meter di atas permukaan laut ini.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2