Daun Katuk, Sahabat Baik bagi Ibu Menyusui

Klikhijau.com – Saran mengonsumsi daun katuk, ditayangkan berulang-ulang di layar televisi koridor  Puskesmas Borongrappoa, Bulukumba yang difungsikan sebagai ruang tunggu. Saya dan ibu  duduk di r...

Daun Katuk, Sahabat Baik bagi Ibu Menyusui
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Saran mengonsumsi daun katuk, ditayangkan berulang-ulang di layar televisi koridor  Puskesmas Borongrappoa, Bulukumba yang difungsikan sebagai ruang tunggu.

Saya dan ibu  duduk di ruang tunggu itu. Menunggu Ibu dipanggil oleh dokter untuk diperiksa.

Selain daun katuk, banyak informasi yang ditayangkan pada TV yang dipasang di tembok Puskesmas. Karena berada di pusat pelayanan kesehatan, maka yang disiarkan pun tak jauh-jauh dari masalah kesehatan.

Namun, yang menarik perhatian saya adalah daun katuk itu. Saya bahkan sempat mengabadikannya dengan kamera saat tayang.

Tanaman bernama ilmiah Sauropus androgynus ini merupakan tanaman yang berasal dari keluarga Euphorbiaceae. Ia dipercaya dapat memperlancar Air Susu Ibu (ASI). Perihal itulah yang membuat saya tertarik pada tanaman ini.

Bagian yang dikonsumsi untuk memperlancar ASI adalah daunnya. Katuk berdaun kecil dengan warna hijau gelap. Daunnya  mengandung sumber klorofil yang berguna untuk peremajaan sel dan bermanfaat untuk sistem sirkulasi (Selvi dan Bhaskar, 2012).

Tanaman ini merupakan herba yang bisa tumbuh mencapai tinggi 50 cm hingga 3,5 meter. Ia tersebar di negara  Cina, India, Sri Langka, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Papua nugini dan Filipina.

Daunnya merupakan alternatif pengobatan yang potensial karena memiliki banyak kandungan vitamin dan nutrisi.

Wiradimadja, (2006) mengungkapkan ada beberapa manfaat dari daun tanaman ini, di antaranya mengobati demam, borok, bisul, dan  memperbanyak ASI.

Manfaat lain dari daun tanaman ini selain bisa dijadikan sebagai obat dan meningkatkan ASI, rupanya juga bisa digunakan sebagai pewarna alami, yakni warna hijau.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2