Bunga Pagoda, Si Liar yang Lihai Menggoda

Klikhijau.com – Bunga pagoda itu tumbuh di depan rumah. Di sebelah kiri jalan keluar. Ia tumbuh di pinggir saluran air yang tiada henti mengalirkan airnya yang jernih. Tanaman bernama ilmiah Clerod...

Bunga Pagoda, Si Liar yang Lihai Menggoda
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Manfaat bunga pagoda

Bagian menggoda yang kedua dari bunga pagoda  adalah manfaatnya. Tanaman ini   memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Fitriana Ibrahim, (2018) menuturkan jika daun pagoda telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di India, Korea, China,  dan Jepang.

Tanaman dari ordo Clerodendrum ini telah dimanfaatkan dalam terapi,  terutama dalam pengobatan, kanker, asma, katarak, penyakit kulit malaria, tifus, dan hipertensi.

Tanaman ini  mengandung flavonoid, alkaloid, terpen, glikosida, tanin, dan sterol.  Flavonoid sendiri merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan.

Tumbuhan yang memiliki senyawa ini yang memiliki efek biologis seperti antimikroba, antihipertensi, antioksidan, antiplatelet, antiviral, sitotooksik, dan aktivitas anti-inflamasi.

Namun, di antara banyak jenis penyakit yang bisa di atasi oleh keampuhan Clerodendrum  japonicum ini, yang paling dikenal luas oleh masyarakat sebagai pengobatan pada wasir atau ambien atau biasa juga disebut hemoroid.

Wang, (2018) juga mengungkapkan bahwa skrining fitokimia awal ekstrak dari tanaman ini    menunjukkan    adanya kandungan pitosterol, flavinoid  triterpenoid, ,    lakton,    lemak    dan    asam lemak,  glikosida,  senyawa  fenolik  dan tanin.  Senyawa  fenolik  memiliki  sifat biologis    seperti  ,    anti-penuaan,  anti-apoptosis,    anti-kanker,    anti-inflamasi, antiaterosklerosis, peningkatan fungsi endotel,  perlindungan kardiovaskular   penghambatan    angiogenesis dan   aktivitas   proliferasi   sel.

Tidak hanya daunnya yang bisa dimanfaatkan sebagai obat, tapi juga akarnya. Pada   bagian   akar  mengandung  flavonoid, iso-prenepolymer, galactinol, stigmosterol, cyrthopillyn, n-pentacosane, melissyl alcohol, y-sitosterol,     clerosterol, picein, friedelin,epifriedelinol, clerodendrin. Kandungan  ini  diklaim  dapat  mengatasi bukan hanya hemoroid, tetapi  juga     dapat mengatasi batuk darah, nyeri reumatoid, dan disentri (Rifadly Yusril Maulana, Danang Samudro Wicaksono dalam Thomas,  2020).

Klasifikasi bunga pagoda

Bagian ketiga yang menggoda dari tanaman bunga pagoda karena mudah tumbuh.  Meski sudah dipangkas atau dicabut, jika masih ada akarnya yang tersisa ia bisa tumbuh. Akarnya bisa mengeluarkan kuncup yang baru.

Pun jika ingin menanamnya cukup mudah, tinggal potong batang atau tangkainya saja lalu tancapkan ke tanah. Tak perlu perawatan ekstra. Tunggu saja, dan akan tumbuh dengan subur.

Bunga pagoda merupakan perdu meranggas. Ia   dapat  tumbuh mencapai  tinggi hingga   1 sampai 3   meter.   Batangnya   penuh dengan   rambut   halus,   berdaun   tunggal, bertangkai,   letak   berhadapan,   bentuk bulat   telur   lebar,   pangkal   berbentuk jantung,   daun   tua   bercagap   menjari yang panjang  dapat  mencapai  30 cm.

Untuk lebih jelasnya berikut klasifikasi Ilmiahnya berdasarkan Wikipedia:


  • Kingdom: Plantae

  • Subkingdom: Tracheobionta

  • Superdivisi: Spermatophyta

  • Divisi: Magnoliophyta

  • Kelas: Magnoliopsida

  • Super Kelas: Asteridae

  • Ordo: Lamiales

  • Famili: Lamiaceae

  • Genus: Clerodendrum

  • Spesies: Clerodendrum paniculatum


Selain bunga pagoda, sesungguhnya masih banyak tanaman yang tumbuh liar dan berpotensi menjadi tananam hias dengan beragam manfaat,  namun masih diabaikan .

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2