Bakteri Penyumbang Oksigen di Bumi Terancam Plastik di Laut

Klikhijau.com - Po plastik di laut tidak hanya memengaruhi makhluk laut tetapi ekosistem global secara keseluruhan, termasuk manusia. Saking banyaknya limbah plastik di laut, sampai-sampai juga mengan...

Bakteri Penyumbang Oksigen di Bumi Terancam Plastik di Laut
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Po plastik di laut tidak hanya memengaruhi makhluk laut tetapi ekosistem global secara keseluruhan, termasuk manusia. Saking banyaknya limbah plastik di laut, sampai-sampai juga mengancam eksistensi bakteri yang dibutuhkan untuk membantu kita bernapas.

Perlu diketahui bahwa sepersepuluh oksigen yang kita hirup berasal dari satu jenis bakteri laut, melalui proses fotosintesis.

Namun, penelitian menemukan bahan kimia yang larut dari limbah plastik dapat mencegah bakteri yang memproduksi oksigen dan merusak pertumbuhannya.

Sebelum mengetahui fakta ini, para ilmuwan mengambil serpihan tas dari kantung plastik tipis dan anyaman PVC yang dibiarkan dalam air laut buatan selama lima hari.

Ketika bahan kimia di dalamnya telah larut, bakteri yang disebut Prochlorococcus terpapar air laut. Ini mengubah pola pertumbuhan bakteri dan memicu gen yang terkait dengan stres.

[irp posts="5762" name="Perlu Waspada, Bakteri Mematikan Semakin Menyebar karena Perubahan Iklim"]

Temuan ini sungguh menimbulkan keprihatinan yang besar. Pasalnya, jumlah sampah plastik di lautan diprediksi akan lebih banyak daripada ikan pada tahun 2050.

Padahal, bakteri yang terpengaruh kondisi ini sangat penting bagi udara yang kita butuhkan untuk bertahan hidup.

"Mikro-organisme kecil ini sangat penting untuk jaring makanan laut, berkontribusi pada siklus karbon, dan dianggap bertanggung jawab atas 10 persen dari total produksi oksigen global," jelas Dr. Lisa Moore, rekan penulis studi dari Macquarie University di Australia.

"Jadi satu dari setiap 10 napas oksigen yang Anda hirup adalah berkat para bakteri ini. Namun, hampir tidak ada yang diketahui tentang bagaimana bakteri laut, seperti Prochlorococcus, merespons polutan manusia."

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2