Bagaimana Mengetahui Kadar Gula Makanan dan Minuman Kemasan?

Klikhijau.com - Beberapa minggu yang lalu jagat hiburan tanah air ramai mengenai berpulangnya komedian Sapri Pantun. Usut punya usut, Bang Sapri, sapaan akrabnya meninggal karena kadar gula darahnya m...

Bagaimana Mengetahui Kadar Gula Makanan dan Minuman Kemasan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Beberapa minggu yang lalu jagat hiburan tanah air ramai mengenai berpulangnya komedian Sapri Pantun. Usut punya usut, Bang Sapri, sapaan akrabnya meninggal karena kadar gula darahnya mencapai 1.100 mg/dl dan terindikasi semasa hidupnya kerap mengonsumsi minuman kemasan berenergi untuk menjaga stamina tatkala shooting.

Mengapa gula menjadi sedemikian membahayakan hingga menyebabkan manusia mengalami sakit yang tak dinyana seolah-olah membunuh secara pelahan bahkan hingga terjadi kematian? Padahal ketika gula masuk ke dalam darah dan menjadi glukosa, gula diserap oleh tubuh dan menjadi energi. Itu artinya, gula merupakan salah satu zat yang penting bagi tubuh.

Namun, gula yang terlalu tinggi itu nyatanya tak baik untuk kesehatan. Makanan atau minuman yang memiliki kandungan gula yang tinggi menyebabkan kadar gula di tubuh juga tinggi.

Coba, amati sekeliling sabahat hijau, amati dan pikirkan makanan dan minuman, terutama berkemasan yang sahabat hijau konsumsi saban harinya. Terlebih lagi, saat ini berkembang tren makanan dan minuman kekinian yang bercita rasa manis dan anak milenial suka mengonsumsinya.

Kadar gula yang berlebih bisa menimbulkan beragam penyakit, di antaranya kelebihan berat badan, dan diabetes.

Jadi, berapa batasan konsumsi gula perharinya?

Batas konsumsi gula perhari cukup empat sendok makan

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, anjuran konsumsi gula tiap orang  per hari adalah 10% dari total energi (200 kkal). jumlahnya setara dengan gula empat sendok makan (50 gram/orang/hari).

American Heart Association (Asosiasi Jantung Amerika) menyatakan bahwa seorang perempuan dewasa sebaiknya mengonsumsi gula maksimal 6 sendok teh atau 100 kalori saja dalam sehari.

Mengutip heart.org, untuk seorang laki-laki dewasa idealnya tak mengonsumsi lebih dari 150 kalori gula tambahan atau sekira sembilan sendok teh gula.

Gula tambahan ini saat ini bisa dengan mudah kita konsumsi sehari-hari dan kerap menjadi makanan favorit. Misalnya, camilan kemasan, minuman bersoda, kue, permen, es krim, maupun makanan kemasan lainnya. Padahal kita juga keseharian mungkin sudah mengonsumsi gula dari sumber pangan alami seperti sayur dan buah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2