Begini Respons Tanaman terhadap Faktor Lingkungan di Sekitarnya!

Klikhijau.com – Tanaman punya bahasa tersendiri yang menandakan bahwa ia sebenarnya merespons situasi yang terjadi di lingkungannya. Karenanya eksistensi sebuah tanaman sangat bergantung pada situasi...

Begini Respons Tanaman terhadap Faktor Lingkungan di Sekitarnya!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Tanaman punya bahasa tersendiri yang menandakan bahwa ia sebenarnya merespons situasi yang terjadi di lingkungannya. Karenanya eksistensi sebuah tanaman sangat bergantung pada situasi lingkungan di sekitarnya.

Bagaimanakah bentuk atau tanda bahwa tanaman merespons faktor lingkungan di sekitarnya? Artikel ini akan memaparkan penjelasan perihal ini untuk memperkuat keyakinan bahwa tanaman punya rasa dan bahasa sebagaimana manusia.

Dikutip dari buku Agroekologi karya Hasan Basri Jumin (1989), dikatakan bahwa respons tanaman sebagai akibat  faktor lingkungan terlihat pada penampilan tanaman.

Pendeknya, tanaman senantiasa berupaya menanggapi kebutuhan khususnya selama siklus hidup, kalau faktor lingkungan tidak mendukung.

Tanggapan ini dapat terlihat berupa perubahan morfologis maupun proses fisiologis.

Tanaman merespons melalui daun

Sebagai contoh, tanaman nenas (Ananas comosus) ketika berada di atas tanah yang kering, maka daunnya akan lebih tebal. Sementara, jika nanas berada di tanah yang banyak airnya, daunnya cenderung lebih tipis.

Contoh lainnya dapat terlihat pada tanaman randu dan karet yang mencontohkan daunnya pada cuaca kering. Perontokan dedaun pada tanaman randu dan karet adalah bentuk respons terhadap perubahan cuaca dari keadaan yang cukup air ke keadaan stres air yang akan membahayakan proses fisiologis.

Jadi, tanaman senantiasa berupaya mengubah kondisi morfologisnya ke arah yang lebih menguntungkan. Dengan merontokkan daun berarti kebutuhan akan air dapat berkurang, karena transpirasi terbesar terjadi pada daun.

Fakta ini juga menunjukkan bahwa dengan merontokkan dedaun, cahaya yang tertangkap akan berkurang. Hal ini membuat laju fotosintesa menurun, sejalan dengan stres air. Sedangkan, bila kondisi cuaca optimum (air cukup), maka daun-daun muda kembal dibentuk.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa perubahan faktor lingkungan seketika, seperti perubahan suhu, kelembaban relatif, tradisi matahari dan angin akan menghasilkan respons jangka pendek.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2