8 Ekor Sanca Batik Dilepasliarkan di Kawasan Cagar Alam Faruhumpenai Lutim

Klikhijau.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan  (BBKSDA Sulsel) melepasliarkan delapan ekor ular phyton di kawasan Cagar Alam Faruhumpenai (29/3). Ular sanca batik dengan...

8 Ekor Sanca Batik Dilepasliarkan di Kawasan Cagar Alam Faruhumpenai Lutim
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan  (BBKSDA Sulsel) melepasliarkan delapan ekor ular phyton di kawasan Cagar Alam Faruhumpenai (29/3).

Ular sanca batik dengan nama lathin Malayopython reticulatus / Python reticulatus itu memiliki ukuran panjang bervariasi yakni 2 meter sampai 5 meter.

Demi kelancaran proses pelepasliaran, Tim BBKSDA Sulsel menurutnkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU). Sebelumnya, personil WRU harus menempuh perjalanan masuk ke dalam Kawasan Cagar Alam Faruhumpenai. Mereka berjalan kaki menyusuri sungai dan bukit-bukit sekira 1 jam.

Jalan terjal dan cuaca panas matahari lumayan menyengat, namun tidak menyurutkan semangat Tim demi niatan mengembalikan sang ular ke habitatnya.

“Asal 8 ekor ular ini dari 2 lokasi kendang transit kami, ada yang dari Kandang Makassar dan Kandang di Palopo,” cerita Asep, salah satu anggota tim WRU.

Asep mengisahkan, upaya tim untuk melepasliarkan satwa selalu menyenangkan baginya. Meski harus menumpuh perjalanan jauh dan menerabas kedalam Kawasan hutan, rasa bahagia selalu menyelimutinya tatkala melihat langsung satwa yang dilepasliarkan berjelaga bebas kembali ke habitatnya.

Eko Yuwono, juga pentolan Tim WRU BBKSDA Sulsel dalam keterangannya “Ular-ular ini kebanyakan dari serahan masyarakat dan Damkar di Sulsel, hasil observasi tim kami, dari akhir tahun 2021 dan maret 2022, kami banyak menerima kasus ular masuk pemukiman. kedatangan hewan melata tersebut karena musim saat ini menjadi fase ular untuk berkembang biak.”

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menumpukkan barang-barang bekas yang berpotensi menciptakan lubang atau ruang yang dapat digunakan ular untuk bertelur.

Selain itu juga pastikan warga membuang sampah secara rutin di setiap harinya. Pasalnya, sampah yang dibiarkan tergeletak lama bisa mengundang tikus dan akhirnya turut mendatangkan ular.

Populasi sanca batik

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2