7 Negara dengan Predikat Terbaik Pendaur Ulang Sampah

Klikhijau.com – Masalah sampah membuat banyak negara puyeng mengatasinya. Ada yang harus mengekspornya dengan cara siluman ke negara lain. Ada juga yang menyulapnya menjadi barang bernilai ekonomi tin...

7 Negara dengan Predikat Terbaik  Pendaur Ulang Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Masalah sampah membuat banyak negara puyeng mengatasinya. Ada yang harus mengekspornya dengan cara siluman ke negara lain. Ada juga yang menyulapnya menjadi barang bernilai ekonomi tinggi dengan cara daur ulang.

Perihal daur ulang sampah, tidak semua negara berhasil melakukakannya. Namun 7 negara berikut ini masuk dalam pengecualian. Dianggap sebagai negara terbaik dalam hal daur ulang sampah:



  • Swiss



Di negara ini setiap kantong sampah dikenakan pajak. Biayanya dihitung perkantong. Prinsip yang diterapkan adalah  pencemar membayar.

Tingkat daur ulang sampah di negara ini  untuk limbah padat di kota melebihi 50%, yakni  sebesar 54%, jumlah ini di atas rata-rata negara Eropa (28%).

Di Negara ini sampah yang paling banyak didaur ulang adalah sampah rumah tangga meliputi aluminium kaleng, baterai lama, bola lampu, gelas, kertas, botol PET, tekstil, peralatan listrik dan elektronik, dan lainnya.

Namun, meski begitu Swiss juga menjadi salah satu produsen limbah terbesar di Eropa, yakni 730 kg limbah per kapita pada 2014.

Persentase sampah daur ulang  sampah Swiss sebesar 34%



  •  Hong Kong



Menurut penelitian, sampah konstruksi merupakan komposisi paling besar dari total sampah yang diproses oleh landfill- Hong Kong, mencapai sebanyak 68% pada tahun 1991 dan bahkan pada titik terendah 23% tahun 2007-2009.

Hong Kong bahkan mampu membangun eco-park di atas tempat pembuangan sampah akhir. Tahun 1981 sudah tertutup tanah, namun di tahun 2014 dijadikan taman bermain multiguna.

Di tempat tersebut  didukung adanya turbin angin, sel surya, dan energi yang asalnya dari metana dihasilkan dari sampah yang membusuk. Jadi,  keberhasilan Hong Kong mengelola sampah adalah dalam hal daur ulang sampah konstruksi.

Persentase sampah daur ulang sampah Hong Kong, yakni 45%



  • Korea Selatan



Sejak tahun 1992, Korea Selatan menerapkan skema daur ulang elektronik. Dau ulang ini memaksa produsen menyediakan opsi daur ulang untuk barang-barang elektronik.

Pemerintah membuat kebijakan ini karena melihat bahwa ke depannya. Sampah elektronik akan jadi dominan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2