7 Negara dengan Predikat Terbaik Pendaur Ulang Sampah

Klikhijau.com – Masalah sampah membuat banyak negara puyeng mengatasinya. Ada yang harus mengekspornya dengan cara siluman ke negara lain. Ada juga yang menyulapnya menjadi barang bernilai ekonomi tin...

7 Negara dengan Predikat Terbaik  Pendaur Ulang Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Pada tahun 2019 Korsel mulai membatasi penggunaan plastik.  Penggunaan plastik sekali pakai hanya diperbolehkan untuk membungkus daging dan ikan.

Persenatsi daur ulang sampah Korea Selatan berada di angka 49%.



  •   Singapura



Keterlibatan pihak swasta membantu Singapura dalam pengelolaan sampah.  Lembaga kelingkungan nasional Singapura, National Environment Agency mengungkapkan ada sejumlah perusahaan swasta yang ditunjuk sebagai public waste collectors (PWCs).

Perusahaan ini  bertanggung jawab dalam proses pengumpulan sampah dalam periode tujuh sampai delapan tahun belakangan.

Selain itu, Singapura juga sudah mulai mengandalkan metode waste to energy setelah sebelumnya masih akrab dengan penumpukan atau landfill. Transisi ini mereka lakukan mengingat lahan terbatas yang mereka miliki. Pengolahan sampah menjadi energi ini secara khusus diberlakukan untuk sampah plastik.

Persentase sampah daur ulang Singapura sampah di angka 47%



  •  Swedia



Dalam hal pengelolaan sampah Swedia termasuk jagonya. Sampah telah diubah jadi energi listrik yang menerangi rumah-rumah warga.

Negara ini mengklaim telah mampu mengolah 99% sampah mereka menjadi produk daur ulang. Bahkan untuk pemasokan sampah, Swedia memiliki stasiun daur ulang yang terletak sekitar 300 meter dari perumahan mana pun.

Situs  resmi Swedia, Sweden.se, mengungkapkan Swedia mulai melakukan program daur ulang sampah rumah tangga sejak 1975. Di tahun tersebut baru sekitar 38% limbah rumah tangga yang didaur ulang.

Negara Persentase sampah daur ulang sampah Swedia= 34%.



  •  Norwegia



Pengelohan sampah  Di Norwegia lebih banyak diserahkan kepada masyarakat dan industri sekitar. Masyarakat diberi upah  ketika bisa mengumpulkan sampah plastik di tempat daur ulang.

Sementera untuk perusahaan yang memproduksi sampah plastik diberlakukan pajak yang cukup tinggi.

Namun, bagi perusahaan yang jika perusahaan mau mendaur ulang sampahnya maka pajaknya akan lebih kecil.

Jika perusahaan-pereusahaan itu mampu mendaur ulang lebih dari 95% dari sampah yang dihasilkan berpeluang bisa bebas pajak.

Tentu cara ini cukup efektif yang membuat perusahaan  lebi peduli juga dengan sampah yang sudah mereka hasilkan dan lebih ramah lingkungan.

Persentase sampah daur ulang sampah Norwegia, yakni 34%



  • Jerman



Jika menyebut daur ulang sampah, maka negara yang satu ini tak bisa dilepaskan. Jerman dianggap sebagai negara dengan tingkat daur ulang sampah terbaik di dunia menurut Eunomia.

Bagaimana caranya, sistem pengolahan dan pemilahan yang dilakukan Jerman sebenarnya sederhana namun mendetail. Kotak pembuangan sampah ‘warna-warni’ yang ada di sekitar daerah tempat tinggal, mendorong pemilahan dilakukan oleh tiap-tiap individu atau setidaknya dari rumah masing-masing.

Persentase sampah daur ulang  samah di Jerman mencapai 50%.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2