PT Mitra Hijau Asia Investasi Rp 200 Miliar Bangun Pabrik Pengelolaan Limbah B3 di Barru

Klikhijau.com - PT Mitra Hijau Asia gelontorkan investasi kurang lebih Rp. 200 miliar untuk pembangunan tempat pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kabupaten Barru. Proyek yang be...

PT Mitra Hijau Asia Investasi Rp 200 Miliar Bangun Pabrik Pengelolaan Limbah B3 di Barru
Bacakan Artikel

[irp]

Untuk tahap kedua, PT Mitra Hijau Asia akan mengembangkan pemanfaatan limbah B3 menjadi bata merah dan bata putih serta pengelolaan oli bekas. Dan pada tahap ketiga akan di kembangkan landfill dengan luas ย 39,7 ha ย sehingga luas seluruhnya ย mencapai ย 42 ha denganย  investasi sedikitnya mencapai 150 โ€“ 200 milyard rupiah.

โ€œPerlu kami laporkan bahwa bisnis kami selama ini adalah pengangkutan/ transportasiย  limbah B3 sejak tahun 2014, dengan jumah armada truk dan mobil box sebanyak 62 unit dengan kantor cabang di 16 provinsi masing-masing di Kalimantan, Sulawesi, ย Maluku, Papua, NTTย  serta Surabaya dan Jakarta,โ€ jelas Riory.

Riory menegaskan bahwa yang paling sulit sejauh ini adalah pengangkutan dari pulau-pulau terluar seperti Pulau Saumlaki yang berbatasan dengan Australia dan Pulau Wetar yang berbatasan dengan Timor Timur. Dimana trasporter bahkan perlu mencarter kapal khusus mengangkut truk paling sedikit 2 hari baru ke Ambon, untuk selanjutnya dari Ambon ke makassar, Makassar ke Surabaya/Jakarta. sehingga seluruhnya dibutuhkan waktu 14 hari.

โ€œSebenarnya lebih dekat ke General Santos Filipina di banding Ke Manado yang bukan hanya sulit dijangkau juga menunggu cuaca bagus serta kedatangan kapal, pernah sampai 21 hari dibutuhkan untuk mengangkut satu kontainer.ย  Hal yang sama juga dengan Nunukan yang berbatasan dengan Malaysia atau bahkan kabupaten Sekadau Kalimantan Barat yang jaraknya hanya 200 meter dari Malaysia,โ€ tambah Rio

Demikian halnya dengan ย Pulau Tahuna yang berbatasan dengan Filipina, ditempuh dengan kapal selama 2 hari dari Manado. โ€œDengan adanya tempat pengelolaan limbah B3 di Barru, tentu akan berdampak terhadap efisiensi industri dan rumah sakit khususnya di Kawasan Timur Indonesia,โ€ pungkasnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: