Pramuka Bersih Negeri, Ikrar Generasi Muda Peduli Lingkungan

Klikhijau.com - Sebanyak 100 perwakilan Pramuka Penegak dan Pandega mencanangkan ikrar Pramuka Bersih Negeri. Ikrar tersebut diserukan pada acara Ngobrol Pramuka Penegak Pandega Indonesia (NGOPPI) di...

Pramuka Bersih Negeri, Ikrar Generasi Muda Peduli Lingkungan
Bacakan Artikel

Artinya, ada 1.600 ton timbulan sampah yang tidak berhasil ditangani oleh Pemerintah dan ini perlu dukungan masyarakat untuk mengelola.

Novrizal memberikan tips agar masyarakat mudah dalam berkontribusi mengelola sampah. Tips tersebut adalah mengurangi dan mencegah timbulan sampah.

Kita perlu menjadikan gerakan minim sampah sebagai gaya hidup modern. Salah satu data empiris yang dikemukakan Novrizal adalah 80% pengurangan sampah dapat dimulai dari sampah rumah tangga.

Caranya adalah dengan menggunakan tas belanja guna ulang (reusable bag), tidak menggunakan sedotan sekali pakai, senantiasa membawa tumbler, mengganti styrofoam dengan wadah makanan yang bisa dicuci, mengganti tisu dengan serbet, dan sebagainya.

2 Pramuka Bersih Negeri, Ikrar Generasi Muda Peduli Lingkungan

Selanjutnya adalah memilah sampah sesuai jenisnya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah plastik dan kertas dapat didaur ulang.

Novrizal menyampaikan, apabila masyarakat di RT/RW telah memilah sampah sesuai jenisnya, dapat disalurkan ke Bank Sampah yang tersebar di daerahnya. Dengan demikian, sampah yang tadinya tidak berharga justru mampu menghadirkan keuntungan ekonomi sirkular.

Pendiri Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari yang juga hadir sebagai narasumber NGOPPI menyampaikan, "Apabila kita tidak peduli dengan sampah yang kita hasilkan, sementara kemampuan Pemerintah juga terbatas, seringkali sampah berakhir di alam bebas seperti sungai dan laut. Bahkan kami kemarin menemukan sampah sachet dari produksi 1998 di dasar laut."

Swietenia menjelaskan, komunitas Divers Clean Action telah melakukan riset lapangan dimana rata-rata setiap 100 meter area menyelam yang diteliti selama 15 menit, berhasil dikumpulkan 934 sedotan dan 500 sachet.

Ini belum ditambah dengan sampah kain, kaca, kaleng, maupun benda logam lainnya. Menurut sebuah penelitian, jika kita tidak bertindak terhadap permasalahan sampah ini, maka di tahun 2050 jumlah sampah di laut akan lebih banyak dibanding jumlah ikan yang ada.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK, Djati Witjaksono Hadi menekankan, Pramuka dapat menjadi agen perubahan lingkungan di masyarakat.

"Ikrar Pramuka Bersih Negeri ini menjadi momentum penting dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus berbakti kepada masyarakat. Jika 22 juta anggota Pramuka yang tersebar di seluruh Indonesia ini menggunakan tumbler, maka jutaan botol minum sekali pakai berhasil dikurangi," tutur Djati.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2