Perkuat Kolaborasi Bilateral dan Swasta, Kemenhut Fokus Tingkatkan Kapasitas SDM Dalkarhutla

Klikhijau.com – Pada pertengahan tahun 2026 ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa menjadi ancaman yang serius. Makanya diperlukan kesiapsiagaan untuk menghadapinya. Karena itulah, Kementer...

Perkuat Kolaborasi Bilateral dan Swasta, Kemenhut Fokus Tingkatkan Kapasitas SDM Dalkarhutla
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pada pertengahan tahun 2026 ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa menjadi ancaman yang serius. Makanya diperlukan kesiapsiagaan untuk menghadapinya.

Karena itulah, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan serta Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri resmi membuka Basic Training on Forest Fire Suppression (Pelatihan Dasar Pemadaman Kebakaran Hutan) di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin, 8 Juni 2026.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan dapat terwujud melalui kolaborasi kuat antar-pemangku kepentingan.

“Langkah taktis ini merupakan buah sinergi lintas negara dan sektor swasta, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pencegahan karhutla langsung dari hulu, khususnya di wilayah konsesi,” ujar Ristianto.

Risdianto juga mengatakan, kegiatan ini adalah implementasi nyata dari kerja sama strategis antara Kemenhut RI dan Korea Forest Service (KFS) dalam memperkuat kolaborasi bilateral. Sesuai komitmen dalam MoU on Forest Fire Management and Post-Fire Restoration Cooperation, kedua negara berkomitmen penuh memperkuat aspek pencegahan, kesiapsiagaan, respons cepat, hingga pemulihan pasca kebakaran.

Hadir mewakili Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Kepala Sub Direktorat Pencegahan Kebakaran Hutan, M. Hariyanto, menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terus meningkatkan komitmennya untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Target mandiri berdasarkan kapasitas nasional kini melonjak dari 41% menjadi 43%, sejalan dengan kebijakan Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

"Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah taktis preventif jangka panjang. Ini adalah momentum emas untuk memperkenalkan fasilitas terbaru Forest and Land Fire Management Center di Daops OKI yang sedang dikembangkan sebagai pusat pembelajaran modern hasil kerja sama antara KFS dan Kemenhut RI," kata Hariyanto.

Hariyanto berharap ke depannya center ini diharapkan berkontribusi besar dalam mendongkrak kapasitas pengendalian karhutla, tidak hanya bagi internal Kemenhut, tetapi juga sektor swasta, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah.

Kerja sama internasional menjadi salah satu pilar kuat dalam upaya pencegahan ini, terutama melalui dukungan penuh Pemerintah Korea Selatan. Co-Director Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC), Jeong Cheol Ho, menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir, pihaknya berkomitmen penuh dalam membangun sistem pengelolaan kebakaran hutan di OKI dengan sokongan dari Korea Forest Service.

Sinergi pengendalian karhutla ini juga mendapat apresiasi positif dari sektor swasta. Perwakilan dari POSCO Internasional di Indonesia, Kong Byoung Sun, menyatakan bahwa inisiatif ini menjadi bukti eratnya hubungan bilateral yang harmonis antara Indonesia dan Korea.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2