Perihal Polusi Termal, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Klikhijau.com – Polusi panas atau termal, hanyalah salah satu dari jenis polusi yang mengancam kehidupan kita. Bila ditelisik lebih dalam, kita sesungguhnya dikepung beragam polusi. Polusi dalam Ka...
Klikhijau.com – Polusi panas atau termal, hanyalah salah satu dari jenis polusi yang mengancam kehidupan kita. Bila ditelisik lebih dalam, kita sesungguhnya dikepung beragam polusi.
Polusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti pengotoran (tentang air, udara, dan sebagainya); pencemaran.
Jika merujuk ke pengertian tersebut, maka polusi adalah sesuatu yang tidak baik—apapun jenisnya, termasuk polusi termal.
Polusi termal sendiri adalah suatu keadaan di mana suhu air dan udara alami berubah. Perubahan itu menyebabkan komponen-komponen di dalamnya berubah, dan struktur ekologi bahan organik pun berubah.
[irp]
Penyebab polusi termal sangat beragam, di antaranya kebakaran hutan, air limbah, erosi, deforestasi, dan air mengalir dari permukaan beton. Namun, penyebabnya yang paling sering adalah pelepasan panas dari fasilitas industri atau aktivitas manusia.
Bukan hanya itu, ada pula penyebab alami, yakni aktivitas vulkanik di dasar laut yang dapat menciptakan lahar dan meningkatkan suhu air.
Namun, penyumbang terbesar dari polusi ini adalah hasil dari proses atau fasilitas industri, khususnya yang menggunakan air dalam jumlah besar dari sumber alami. Kemudian melepaskan air limbah yang dipanaskan.
Pembangkit listrik misalnya, khususnya pembangkit listrik termoelektrik berbahan bakar batubara dan gas alam. Termasuk juga yang berbahan bahan nuklir, atau biomassa dan juga produk limbah.
Kesemuanya itu merupakan penyebab signifikan jenis polusi ini. Rerata, pembangkit listrik umumnya dibangun di sebelah sungai, danau, atau laut, yang menyediakan pasokan air yang stabil.
Aktivitas seperti itu akan diubah menjadi uap yang menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Air juga digunakan untuk mendinginkan mesin, yang menjadi sangat panas. Air menyerap panas, dan apa yang tidak menguap biasanya dibuang kembali ke sumbernya.
Penyebab terbesar lainnya adalah fasilitas industri, misalnya pabrik kimia, pabrik baja, penyulingan minyak bumi, pabrik pulp dan kertas.
[irp]
Umumnya aktivitas tersebut juga menggunakan air untuk mendinginkan mesin. Setelah itu airnya akan dibuang dalam keadaan suhu tinggi.