Apakah Air Hujan Aman Dikonsumsi Meski Sudah Dimasak?

oleh -63 kali dilihat
Apakah Air Hujan Aman Dikonsumsi Meski Sudah Dimasak
Tetasan air hujan - Foto/Pixabay

Klikhijau.com – Apakah air hujan aman untuk dikonsumsi secara langsung atau bila sudah dimasak?

Memang, seringkali ada momen dimana kita kekurangan air. Penyebabnya bisa karena kekeringan atau minimnya sumber mata air. Bisa pula karena kerusakan lingkungan seperti maraknya penebangan liar, polusi sampah dan kerusakan daerah aliran sungai.

Di wilayah perkotaan, akses air bersih juga seringkali ngadat. Pemicunya antara lain karena kerusakan instalasi air ledeng atau menurunya defisit air dari hulu.

Pada saat krisis air hujan dapat menjadi penyelamat. Namun, apakah air hujan aman dikonsumsi?

Bila dilihat sepintas, air hujan memang sangat jernih, bersih dan tak berbau. Hal ini membuat kita kerap kepikiran untuk minum langsung air hujan.

Apakah aman diminum langsung? Lalu, bagaimana bila dimasak terlebih dahulu baru dikonsumsi? Simak jawabannya berikut:

KLIK INI:  BMKG Sulsel Himbau Masyarakat Berhati-hati Mengantisipasi Cuaca Buruk
Apakah air hujan aman dikonsumsi?

Sejatinya air hujan memiliki sifat asam dengan nilai pH rerata sekira 5,6 yang tergolong kategori aman. Jadi, secara umum air hujan masih aman diminum.

Namun, tetap harus waspada yah Sahabat Hijau. Bila masih ada air dari sumber lain, tentu jadi prioritas utama. Hal ini ini karena air hujan tetap saja tidak bersih-bersih banget.

Air hujan berpotensi terkontaminasi senyawa kimia, polusi, jamur, debu dan kotoran lainnya. Bagaimana bisa? Simak lanjutannya:

Perhatikan skema perjalanan air hujan

Jadi, meski bersih, tetap saja tak disarankan minum air hujan. Hal itu karena sebelum jatuh ke bumi, air hujan melintasi perjalanan panjang.

Selama rute perjalanan, air hujan akan terkontaminasi udara kotor, polusi dari kendaraan dan industri, hingga debu.

Semua komponen berbahaya itu bakal menempel pada air hujan. Inilah alasannya mengapa air hujan tak disarankan untuk dikonsumsi. Lalu, bagaimana bila airnya dimasak terlebih dulu?

KLIK INI:  Melacak Kendaraan yang “Tak Berdosa” sebagai Penyebab Polusi Udara

Bagaimana bila air hujan dimasak dulu?

Air yang dimasak pada titik didih maksimal tentulah akan membunuh kuman dan bakteri. Namun, meski telah dimasak, zat kimia pada air hujan tetap tidak bisa lenyap alias tetap ada.

Selain itu, kotoran pada air hujan juga tak bisa sepenuhnya hilang walau telah dimasak. Kesimpulannya, tetap tidak disarankan untuk konsumsi air hujan yang telah dimasak. Terlebih bila air hujan tersebut ditampung di wilayah yang tingkat polusiny tinggi.

Apakah boleh digunakan untuk mandi?

Bagaimana bila menampung air hujan untuk mandi? Nah, bila menampungnya di ruang terbuka dan dilakukan di pedesaan mungkin bisa saja. Dengan catatan, air hujan tersebut didiamkan terlebih dahulu beberapa jam sebelum dipakai mandi.

Namun, sekali lagi ini tidak disarankan pada orang yang mengalami alergi atau cepat terserang flu bila kena hujan.

Menampung air hujan dari atap rumah untuk kepentingan mandi tentu kurang baik dan tidak menjamin kebersihan air. Sebab, kita tak tahu ada kotoran apa di atap kita yang harus dilewati air hujan.

KLIK INI:  Tips Mencuci Bantal Kesayangan agar Tetap Awet dan Nyaman

Apa Sahabat Hijau, masih mau menampung air hujan dari atap rumah dan untuk dipakai mandi? Ada baiknya mempertimbangkan lagi yak demi kesehatan.

Bagaimana memaksimalkan air hujan?

Meski tidak layak dikonsumsi, air hujan bisa dimanfaatkan atau ditampung untuk kepentingan lain. Misalnya untuk menyiram tanaman, membersihkan rumah, cuci kendaraan dan lainnya.

Program pemanenan air hujan yang tepat di halaman rumah juga dapat mengurangi risiko banjir. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain melalui metode pembuatan sumur resapan air, biopori atau dengan penampungan air. Simak cara pembuatan sumur resapan air di SINI!

Ketiganya bisa dilakukan demi memanfaatkan air hujan agar tidak terbuang begitu saja.

Jadi, sampai di sini sudah paham bukan? Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Lagi, 5 Siswa SMK Kehutanan Asal Timor Leste Berhasil Lulus