Perihal Pohon Durian di Belakang Rumah dan Anggrek Macang yang Menghuninya

Klikhijau.com - Sebatang pohon durian berdiri kesepian di belakang rumah. Tak ada daun, hanya beberapa rantingnya yang tersisa. Ia telah lama kehilangan napas. Awalnya, hanya daun yang menguning, lalu...

Perihal Pohon Durian di Belakang Rumah dan Anggrek Macang yang Menghuninya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Alasan kedua, panrabbaanna (tempat mendarat ketika ditebang) yang susah. Sebab akan menghempas pohon cengkeh tetangga kebun. Pun jika salah perhitungan, akan menghempas salah satu dari tiga rumah bertetangga.

Untunglah, Nurdin dengan lapang dada merelakan kebunnya sebagai tempat panrabbaang pohon durian itu.

"Lebih baik pohon cengkeh yang rusak daripada rumah," katanya.

Setelah ada jalan panrabbaang dari Nurdin, Ayah akhirnya mengalah. Beliau mengizinkan pohon durian itu ditebang, meski dengan berat hati sebab akan merusak pohon cengkeh dari tetangga kebunnya.

Maka, pada Selasa, 23 Desember 2025 pada siang yang gerimis. Pohon durian yang telah tumbuh bertahun-tahun itu pun ditebang. Roboh ke tanah dan menerpa setangkai pohon cengkeh Nurdin.

Setelah ditebang dan diukur, panjangnya kurang lebih 10 meter. Pohon durian itu pun menjelma menjadi balok-balok.

[caption id="attachment_34964" align="aligncenter" width="1280"] Anggrek macang (Grammatophyllum stapeliiflorum) -foto/Ist[/caption]

Daya tarik anggrek

Ada hal lain yang saya tunggui dari  pohon durian itu, yakni anggrek. Pohon yang telah mati dan hampir lapuk, tapi masih berdiri, di kampung saya, Kindang memang disukai oleh anggrek macang.

Anggrek macang adalah nama lokal dari anggrek Grammatophyllum stapeliiflorum. Bunga anggrek ini menjuntai ke bawah (menggantung). Indah.

“Anggrek gana,” kata Om saya begitu melihat anggrek macang tersebut. Gana artinya betina. Namun, arti lain dari kata itu bisa lebih “nakal” sebab merujuk pada aktivitas paling rahasia sepasang suami istri.

Anggrek macang adalah spesies dalam genus Grammatophyllum. Nama ini merupakan nama yang diterima untuk spesies dalam famili Orchidaceae, subfamili Epidendroideae , suku Cymbidieae , subsuku Cymbidiinae. Spesies ini dapat pula ditemukan, tidak hanya di tanah Kindang, tetapi juga di  Malaysia, Filipina hingga Selandia Baru.

Selain anggrek macang, julukan lain dari tumbuhan ini adalah Anggrek Sendu. Julukan lainnya adalah Anggrek Ratap Tangis. Anggrek jenis ini termasuk tumbuhan epifit.

Epifit adalah  tumbuhan yang hidup menempel pada tumbuhan lain atau inangnya sebagai tempat untuk mendapatkan dukungan fisik dan akses lebih baik ke cahaya matahari.

Meski menumpang tumbuh, namun tidak mengambil nutrisi dari inangnya, melainkan dari udara (air hujan, embun) dan serasah yang menumpuk di permukaan inangnya itu.

Anggrek ini mudah dikenali, selain menempel pada kayu kayu pohon, juga pada bunga yang coklat kehitaman menjuntai mirip Stapelia, berbau harum, dan mekar lama, tumbuh di dataran rendah-menengah.

Keunggulan tumbuhan ini dikenal kuat dan mudah dirawat dengan cahaya terang, sirkulasi udara baik, dan media tanam kasar, walau proses pertumbuhan lambat, sehingga butuh kesabaran jika ingin melihatnya tumbuh subur dan mengeluarkan bunganya yang indah itu, seperti yang tumbuh pada pohon durian di belakang rumah, yang telah ditebang karena kehabisan waktu hidup.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2