Penyebab Kematian 154 Ekor Gajah di Botswana Diliputi Misteri

Klikhijau.com – “Gajah mati meninggalkan gadingnya, orang mati meninggalkan nama,” peribahasa itu masih sangat populer. Karena gadingnya, maka gajah banyak menemui mautnya. Gading gajah seolah lebi...

Penyebab Kematian 154 Ekor Gajah di Botswana Diliputi Misteri
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Namun, ada hal misterius terjadi dalam dua bulan terakhir  di Botswana.  Otoritas margasatwa regional Botswana melaporkan setidaknya ada 154 gajah yang mati di Okavango Delta. Kematian gajah tersebut diliputi misteri yang hingga kini masih dicari penyebabnya.

Pada bangkainya tidak ditemukan bukti racun pada tubuh mereka. Racun adalah sesuatu   yang biasa terjadi ketika terjadi konflik gajah dan manusia.

Selain itu, juga tidak ditemukan bakteri atau antraks yang biasa menginfeksi satwa liar pun tidak dimiliki gajah-gajah tersebut. Bangkai mereka terlihat utuh.

Dengan bangkai yang utuh itu menunjukkan jika  gajah-gajah tersebut tidak diburu untuk gading atau daging mereka.

“Kami masih menemukan gajah yang sekarat di Okavango. Mereka sakit dan hampir mati,” kata Dikamatso Ntshebe, petugas satwa liar di Gaborone, ibu kota Botswana.

Karena bangkai gajah yang ditemukan masih utuh—termasuk gadingnya. Maka Departemen Satwa Liar negara tersebut mulai memisahkan gading-gading dari bangkai gajah.

Pemisahan itu bertujuan untuk mencegah para pemburu liar mengambil gadingnya. Selain itu, Penduduk lokal juga telah dilarang untuk mengonsumsi bangkai gajah dengan alasan pihak berwenang masih menyelidiki kematiannya.

Untuk menemukan titik terang sebab kematian ratusan gajah itu, sampel jaringan dari gajah mati tersebut telah dikirim ke negara tetangga Afrika Selatan untuk dianalisis lebih lanjut.

Kematian gajah di negara selatan Afrika itu, tak sekadar meninggalkan gadingnya, tapi juga meninggalkan misteri penyebabnya apa.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2