Pengetahuan tentang Cara Hidup Berdampingan dengan Alam Juga Terancam Punah

Klikhijau.com - Ketika pemerintah menetapkan kawasan sebagai taman nasional atau cagar alam untuk melindungi spesies, tujuannya jelas, mencegah kepunahan dan melestarikan keanekaragaman hayati. Nam...

Pengetahuan tentang Cara Hidup Berdampingan dengan Alam Juga Terancam Punah
Bacakan Artikel

โ€œPadahal, hanya kayu-kayu tertentu yang bisa digunakan untuk membangun rumah adat mereka,โ€ ujar Cindy.

โ€œKetika akses terputus, generasi muda tidak belajar cara memilih kayu yang tepat, cara membangun dengan metode tradisional. Pengetahuan itu perlahan menghilang," tambahnya.

Terputusnya Akses Obat Tradisional

Pengalaman serupa dialami masyarakat di Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Ketika hutan inti atau hutan keramat tercakup dalam kawasan taman nasional, masyarakat kehilangan akses untuk mengambil obat tradisional. Tanaman-tanaman yang selama ratusan tahun digunakan sebagai obat, tidak lagi dapat diakses, dan pengetahuan tentang khasiat dan cara menggunakannya menghilang bersama generasi yang lebih tua.
Regenerasi pengetahuan yang terputus

WGII menilai, warisan biokultural tidak hanya berbicara tentang spesies, hutan, atau bentang alam, tetapi juga hubungan antara manusia dan alam yang diwujudkan melalui bahasa, praktik, spiritualitas, dan sistem pengetahuan yang hidup dalam keseharian Masyarakat Adat.

โ€œBiokultural ini lebih rentan hilang daripada biodiversitas. Karena, yang terancam hilang bukan hanya spesies atau hutan, melainkan seluruh relasi yang membuat spesies, hutan, manusia, bahasa, ritual, dan pengetahuan tersebut saling terhubung,โ€ kata Cindy.

[irp]

Menurut dia, dalam kehidupan Masyarakat Adat, hubungan dengan alam terlihat melalui tata kelola, aturan, dan sistem yang dibangun untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan pada porsinya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: