Peneliti Temukan Karang di Hawai Tangguh di Laut yang Lebih Hangat
Klikhijau.com – Selalu ada hal mengejutkan yang datang. Semisal studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Scientific Reports yang mengungkapkan hal mengejutkan itu. Studi itu mengungkapkan bahw...
Klikhijau.com – Selalu ada hal mengejutkan yang datang. Semisal studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Scientific Reports yang mengungkapkan hal mengejutkan itu.
Studi itu mengungkapkan bahwa beberapa terumbu karang di Hawaii secara mengejutkan tahan terhadap kondisi laut yang lebih hangat atau panas dan juga lebih asam.
Hasil mengejutkan dari studi yang dipimpin oleh Ohio State University (OSU). Menjadi kabar baik bagi dunia terumbu karang.
Sebagaimana diketahui meningkatnya kadar karbon dioksida. Telah menyebabkan lautan menjadi lebih hangat, dengan seperempat dari CO2 di atmosfer larut ke dalam lautan. Hal itu menyebabkan lautan menjadi lebih asam.
Perubahan tersebut dapat berdampak negatif pada berbagai ekosistem laut, termasuk terumbu karang .
[irp]
Para ilmuwan mengumpulkan sampel dari tiga spesies karang paling umum di Hawaii – Montipora capitata, Porites compressa , dan Porites lobata – dan menempatkan mereka di tangki luar dengan empat kondisi berbeda:
Tangki kontrol dengan kondisi laut saat ini, kondisi pemanasan laut (ditambah 2 derajat Celcius), kondisi pengasaman laut (minus 0.2 unit pH), dan kombinasi dari pemanasan dan pengasaman.
Tangki tersrbut dirancang untuk meniru terumbu laut dengan memasukkan pasir, batu, ikan, kepiting, bintang laut, dan bulu babi.
Tidak hanya itu, tangkinya juga dibiarkan variabilitas alami dalam suhu dan tingkat pH setiap hari dan selama musim yang berbeda, seperti yang akan terjadi di mereka. Pada habitat alami.
Setelah 22 bulan penelitian, ketiga spesies karang tersebut mengalami kematian yang signifikan dalam kondisi yang mensimulasikan suhu laut dan keasaman yang diharapkan di masa depan. Tidak satupun dari mereka benar-benar mati, dan beberapa bahkan berkembang pada akhir penelitian.
[irp]
“Kami menemukan hasil positif yang mengejutkan dalam penelitian kami. Kami tidak mendapatkan banyak hal itu di bidang penelitian karang dalam hal efek pemanasan lautan,” kata Rowan McLachlan yang merupakan penulis utama studi tersebut.