Kabar Baik, Cangkir Bioplastik ‘Compostable’ Tahan Panas Ditemukan

oleh -72 kali dilihat
Kabar Baik, Cangkir Bioplastik ‘Compostable’ Tahan Panas Ditemukan
Masoud Razavi (kanan), Shi-Qing Wang, Ph.D., (tengah), dan Siswa Ph.D Ilmu Polimer Travis Smith (kiri) Memegang Prototipe Plastik PLA yang Berisi Air Mendidih. Foto/ University of Akron - Majalahcsr

Klikhijau.com – Kabar baik menghampiri saat terdengar kabar tentang bioplastik yang disinyalir ramah lingkungan. Di tengah massifnya penggunaan plastik konvensional yang berdampak buruk pada lingkungan, bioplastik adalah harapan.

Sayangnya, sejumlah ahli dan pegiat lingkungan meragukan keberadaan bioplastik meski sangat ramah lingkungan. Selain biaya produksi yang cukup mahal untuk membuat bioplastik, jenis ini memiliki kelemahan fundamental yakni tidak sekuat plastik biasa dan tidak tahan panas.

Hal ini yang membuat penggunaan bioplastik terkendala dalam penggunaannya. Pesimisme sempat bermunculan, betapa sulitnya menemukan alternatif dari plastik biasa yang kualitasnya setara.

Beruntung, belum lama ini, sejumlah pakar dari Universitas Akron (UA) di Ohio, Amerika Serikat, menemukan solusi atas masalah ini. Mereka menemukan bioplastik yang tahan panas, sehingga disinyalir dapat mengganti peran plastik biasa yang berbahaya bagi lingkungan.

Adalah seorang Shi-Qing Wang, doktor tim peneliti di laboratorium UA yang memusatkan risetnya pada upaya mengubah bahan polimer yang rapuh menjadi lebih kuat dan fleksibel. Tim riset kemudian mengembangkan prototipe dari bahan yang disebut polylactic acid atau PLA berupa cangkir (cup).

KLIK INI:  Jawaban Cerdas Nebu Sambut Tim Verifikasi Adiwiyata Sulsel di SDN Borong

Mereka melakukan sejumlah eksperimen dan menemukan suatu formula efektif untuk menjadikan suatu bioplastik yang super kuat, transparan, dan tak menciut saat dituangkan air mendidih.

“Plastik sudah menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan, meski sulit terurai dan mengotori lahan. Meski sudah ada bahan alternatif plastik yang bisa terurai (biodegradable/compostable) seperti PLA, tetapi masih rapuh dan sulit menandingi kekuatan plastik biasa seperti PET yang berbahan polimer minyak fosil,” tutur Wang sebagaimana dikutip Majalahcsr.id (24/01/2021).

Harapan di masa depan

PLA adalah salah satu bahan bioplastik yang popular digunakan untuk kemasan dan perkakas karena biaya produksi yang murah.  Namun sebelum penemuan Wang dan tim, PLA diproduksi secara terbatas karena sifatnya yang tak cocok dipakai pada suhu panas yang tinggi. Inovasi Wang ini pun diharapkan bakal memperluas pasar PLA.

Tim peneliti merekayasa struktur rumit molekul PLA untuk menghasilkan elemen tahan panas dan fleksibel. Material PLA baru yang dihasilkan tersusun dari ikatan molekul bersama seperti jalinan lembaran spaghetti.

Untuk menjadikannya tahan panas, tim peneliti memastikan proses kristalisasi tidak mengganggu struktur jalinan molekul. Hasilnya sangat mengejutkan, plastik PLA ini bisa dipakai menuang teh atau kopi panas.

KLIK INI:  Biofase, Ubah Biji Alpukat Jadi Peralatan Makan Bioplastik

Ramayani Narayan, seorang guru besar di Michigan State University dan pakar bioplastik luar angkasa, mengatakan, PLA adalah polimer terkemuka yang terbuat dari 100 persen bahan alami dan bisa terurai.

Tapi sayangnya, PLA tak tahan suhu tinggi. Strukturnya akan melunak, rusak dan hancur pada suhu 140°F (60°C). Fakta ini yang membuat bioplasti sejauh ini diragukan kualitasnya sebagai wadah makanan yang efektif dan aman menggantikan peran plastik konvensional.

“Studi Dr. Wang terbukti membuat terobosan teknologi karena prototipe hasil eksperimennya berupa PLA yang tangguh, transparan, dan sangat tahan pada air mendidih,” salut Narayan.

Semoga ini lekas terealisasi agar kita semua punya solusi di tengah massifnya penggunaan plastik konvensional yang dampaknya amat mencemaskan!

KLIK INI:  Tanah Kita Sedang Tak Baik-Baik Saja