Peneliti Kaget Temukan Mikroplastik Jadikan Laut Dalam Tempat Kumpul

Klikhijau.com – Rasanya membincangkan plastik tidak cukup tanpa menyinggung pula mikroplastik. Keduanya membawa dampak cukup besar bagi lingkungan. Plastik adalah induk dari mikroplastik yang beruk...

Peneliti Kaget Temukan Mikroplastik Jadikan Laut Dalam Tempat Kumpul
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Rasanya membincangkan plastik tidak cukup tanpa menyinggung pula mikroplastik. Keduanya membawa dampak cukup besar bagi lingkungan.

Plastik adalah induk dari mikroplastik yang berukuran sangat minim dan jauh lebih susah diatasi daripada induknya.

Meski ukurannya kecil, jangan dikira tidak membawa ancaman yang serius. Justru ancamannya bisa lebih fatal, sebab mudah merasuk ke tubuh manusia. Dan bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Karena berukuran kecil kurang dari 5 mm, maka dapat ditelan oleh organisme-organisme yang akhirnya mengalami bioakumulasi pada predator puncak, termasuk manusia.

Mikroplastik bisa dengan mudah disantap ikan yang kemudian disantap oleh manusia. Ukuran kecilnya sangat mudah membuat bergerak liar menebar teror. Tidak hanya itu, garam termasuk salah salah satu sumber utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia.

Bayangkan saja lebih dari 10 juta ton sampah plastik diperkirakan memasuki lautan setiap tahunnya, 99 persen di antaranya terakumulasi di bawah laut. Karenanya tidak mengagetan jika dalam feses manusia telah ditemukan pula benda ukuran 5 mm ini.

Jadi, rasanya wajar jika para peneliti menemukan hampir dua juta keping plastik yang terfragmentasi dapat terakumulasi di kedalaman laut. Ini membuat area bawah laut menjadi bagian yang paling banyak memiliki mikroplastik.

Sayangnya, kebanyakan dari manusia merasa nyaman saja dan tidak bersalah menggunakan plastik lalu membuangnya ke sembarang tempat yang kemudian berakhir di laut.

Arus laut dalam memiliki kemampuan untuk menumpuk dan mengangkut 1,9 juta keping plastik per 1 meter persegi (sekitar 11 kaki persegi) di dasar laut. ‘Cadangan mikroplastik’ ini mirip dengan ‘tambalan sampah’ yang dibentuk oleh arus permukaan di planet ini.

Dr Ian Kane, pemimpin penelitian dari The University of Manchester, mengaku kaget ketika menemukan mikroplastik terdapat cukup banyak di dasar laut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2