Penanggulangan Pandemi Covid-19 Tergantung Sains dan Upaya Pencegahan

Klikhijau.com – Penanggulangan pandemi covid-19 tergantung pada sains dan upaya pencegahan serius yang dilakukan. Hal itu mengemuka pada diskusi online di grup Rumah Produktif Indonesia (RPI) denga...

Penanggulangan Pandemi Covid-19 Tergantung Sains dan Upaya Pencegahan
Bacakan Artikel

“Pengalaman sejumlah negara, tindakan preventif cenderung efektif. Walau begitu, upaya ini tidaklah sederhana di atas kertas. Ada masalah ketimpangan, juga ada perbedaan kemampuan dan kapasitas antar orang dan kelompok masyarakat dalam tindakan pencegahan.

Selain masalah masalah pengetahuan dan keterampilan melakukan tindakan pencegahan, yang tak kalah pentingnya menurut Sudirman adalah faktor keamanan dan akses air bersih.

Beragam ketimpangan

Dalam upaya penanggulangan pandemi covid-19, kita menghadapi beragam ketimpangan. Pertama, kata Sudirman adalah masalah ketersediaan air bersih.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS, 2019) menunjukkan bahwa hanya 76,07 persen penduduk negeri ini yang memiliki akses air bersih. Mereka ini sangat mungkin  melakukan pencegahan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir,” katanya.

Hanya saja, lanjutnya, belum semua lapisan masyarakat dapat mengakses air bersih. Semisal masih ada kesenjangan antara Jawa dan luar jawa untuk masalah akses air bersih.

Ketimpangan nyata dapat terlihat antara lain Papua yang warganya hanya mengakses air bersih sekitar 35,55 persen atau di NTT yang hanya mencapai 51,92 persen.

“Faktor kedua adalah masih besarnya persentase angkatan kerja di sektor informal. Data BPS 2019 lalu, menunjukkan terdapat sekitar 57 persen warga negara Indonesia yang bekerja di sektor informal.

Mereka ini tanpa kepastian perlindungan dan pendapatan. Kelompok ini tentu menghadapi banyak kendala dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” jelas Sudirman.

Oleh sebab itu, kata Sudirman, program jaring pengaman sosial sangat penting bagi kelompok masyarakat pekerja informal, selama masa pembatasan sosial. “Sekarang bagaimana memastikan keberadaan data yang reliable agar dapat mencapai kalangan rentan ini,” katanya.

Faktanya, negara-negara yang cukup berhasil mengurangi laju pertumbuhan eksponensial ditandai beberapa karakteristik dasar yakni: kecepatan respon (fase penundaan tidak terlalu lama). Juga kesiapan sistem kesehatan di sektor pencegahan maupun di sektor pengobatan.

“Di sektor pencegahan berupa kedua tindakan preventif tadi. Kemudian di sektor pengobatan berupa kesiapan lebih baik pada testing, pelacakan kontak, isolasi dan perawatan. Dampak epidemi  ini memang bervariasi, tetapi negara-negara yang lebuih cepat masuk pada fase statis  dan penurunan adalah negara yang ketimpangannya lebih rendah. Itu terlihat di Finlandia, Denmark dan negara lainnya,” pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2