Pemkot Makassar Hentikan Open Dumping, Pemulung Tamangapa Kehilangan Mata Pencaharian

Pemkot Makassar Hentikan Open Dumping, Pemulung Tamangapa Kehilangan Mata Pencaharian
Pemkot Makassar Hentikan Open Dumping, Pemulung Tamangapa Kehilangan Mata Pencaharian. - Foto: Ist
Bacakan Artikel
Nur Adriani

Mahasiswa Magang Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Nur Adriani

Artikel terbaru dari Nur Adriani (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Penurunan pendapatan tersebut disebut turut memengaruhi pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Warga mengaku harus menghemat pengeluaran, termasuk untuk kebutuhan makan keluarga.

Perwakilan pemulung (pekerja pemilah sampah sejak lama), Nur Jannah, mengatakan para pemulung tidak menolak upaya perbaikan pengelolaan sampah. Namun, mereka meminta pemerintah mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang terdampak.

โ€œSaya berharap pemulung bisa kembali bekerja. Kami harap pemerintah mendengar kami karena dulu kami yang mendengarkan mereka. Jangan biarkan anak-anak kami kelaparan. Jangan biarkan anak-anak kami putus sekolah karena orang tuanya kehilangan pekerjaan,โ€ ujar Nur Jannah sambil menahan isak tangis, suaranya terdengar lirih membuat suasana cukup emosional, penuh haru, membayangkan anak sekolah yang mungkin saja terhambat karena sumber pendapatan orang tua terputus.

Hal serupa disampaikan Suardi Dg lau, salah seorang pemulung. Ia meminta pemerintah menyediakan alternatif pekerjaan bagi masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat kebijakan tersebut.

โ€œKami mau supaya pemerintah memberikan kami pekerjaan supaya kita bisa menghidupi anak-anak kami. Kami sebagai pemulung, kami butuh pekerjaan agar bisa bertahan hidup,โ€ katanya.

Masyarakat juga menyoalminimnya sosialisasi sebelum kebijakan diberlakukan. Mereka menilai masyarakat yang selama ini bekerja di sekitar TPA perlu dilibatkan dan diberikan informasi mengenai perubahan sistem pengelolaan sampah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: