Pameran Tunggal Spirit Leang-Leang Hadirkan Dialog Seni, Sejarah, dan Cahaya Budaya Sulawesi Selatan

Pameran Tunggal Spirit Leang-Leang Hadirkan Dialog Seni, Sejarah, dan Cahaya Budaya Sulawesi Selatan
Pameran Tunggal Spirit Leang-Leang oleh Ishakim bertajuk Pasar: Transaksi Rupa dalam Batu Gua” -foto/Ist
Bacakan Artikel

Dalam konteks pameran ini, seni tidak hanya menjadi objek untuk dinikmati, tetapi juga menjadi medium untuk membaca kembali identitas, tradisi, dan pengalaman kebudayaan masyarakat melalui perspektif yang lebih reflektif dan kontemporer.

Keberadaan dua pameran tersebut memperlihatkan bahwa warisan budaya dapat terus hidup ketika ditempatkan dalam ruang dialog yang mempertemukan berbagai disiplin dan generasi. Arkeologi, seni rupa, budaya tradisional, literasi, media, dan pendidikan dapat saling melengkapi dalam membangun pemahaman mengenai identitas dan sejarah Sulawesi Selatan.

Karena itu, Spirit Leang-Leang dapat dipandang sebagai upaya menghadirkan kembali hubungan antara manusia masa kini dengan jejak kebudayaan masa lalu, bukan hanya melalui penelitian dan dokumentasi, tetapi juga melalui kreativitas dan interpretasi artistik.

Dengan demikian, rangkaian Pameran Tunggal Spirit Leang-Leang pada Oktober 2026 diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus ruang pertukaran gagasan bagi seniman, akademisi, budayawan, mahasiswa, pemerhati sejarah dan arkeologi, komunitas kreatif, serta masyarakat umum. Melalui pameran dan diskusi yang diselenggarakan, pengunjung diajak untuk melihat Leang-Leang dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan dari berbagai perspektif.

Spirit Leang-Leang pada akhirnya bukan sekadar peristiwa pameran, melainkan sebuah ikhtiar untuk mempertemukan warisan, seni, pengetahuan, dan cahaya kreativitas dalam satu ruang kebudayaan di Kota Makassar.

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2