Palappa’, Peremajaan Kopi yang Abadi

Palappa’, Peremajaan Kopi yang Abadi
Batang kopi yang telah dipalappa'-foto/Ist
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

‎‎Klikhijau.com - ”Palappai!” Seru Ayah setengah berteriak. Jaraknya lumayan jauh. Namun, sepertinya ia memerhatikan saya kesulitan menarik batang kopi yang seukuran lengan orang dewasa itu.

Saya patuhi perintahnya. Tanpa menunggu perintah selanjutnya, saya menarik parang dari sarungnya. Lalu saya "memarangi" batang kopi itu. Tidak sampai putus,  setengahnya saja. Dan sebuah luka yang akan memberi napas panjang pun terbentuk.

‎Setelahnya,  saya kembali memasang pakkai (pengait) untuk menariknya. Awalnya masih terasa sangat kuat. Namun, dengan mengerahkan tenaga sepenuh-penuhnya. Batang kopi itu perlahan takluk. Mengeluarkan suara letupan dari batangnya yang telah saya parangi separuhnya itu.

Jika saja belum diparangi, tentu akan membuat kaget. Karena pasti batang itu akan disangka sappe (patah). ‎‎

Karena saat batang ditarik ada letupan, istilah ini pun dikenal pula dengan nama palappo’ (meletuskan/meletupkan). Sebuah metode pembaharuan atau pemotongan batang kopi. Tujuannya mulia, yang istilah kerennya adalah rejuvenasi (peremajaan).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Tim Redaksi

Artikel ini disusun oleh tim redaksi