Padang Loang, Tempat Nostalgia dengan Pasukan Kahar Muzakkar

Klikhijau.com – Seorang teman mengirimkan sebuah video yang berdurasi singkat. Dalam video itu tampak beberapa orang sedang mengendarai motor menelurusi  tanah lapang. Rerumputan hijau memenuhi tanah...

Padang Loang, Tempat Nostalgia dengan Pasukan Kahar Muzakkar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

“Kamu haru mengunjunginya, kita bisa pulang pergi (PP) ke ibu  kota kecamatan,” katanya memprovokasi. “Kamu akan lebih enak menulisnya jika sudah berkunjung,” lanjutnya.

Katanya lagi, Padang Loang sangat cocok sebagai lokasi perkemahan. Sebab sumber airnya bagus karena dikelilingi sungai kecil. Kecuali kemarau sekali (panjang) sungai-sungai kecil itu akan kering.

“Karena air bagus, banyak  warga  membuat empang  ” lanjut Nursam.

[caption id="attachment_1344" align="aligncenter" width="800"]Pengunjung di Padang Loang. Pengunjung berkemah di Padang Loang/ foto-Nursam[/caption]

Berada di Padang Loang menurutnya memiliki nilai tambah yang tak dimiliki tempat lain. Sebab dari ketinggiannya, pengunjung bisa melihat gunung Bulusaraung dari sisi yang berbeda. Hal itu akan menambah nilai eksotik  bagi yang suka jelajah alam.

“Jalan ke sana masih kurang bagus, tapi bisa dilewati mobil, khususnya mobil jenis Jeep atau motor, terutama motor trail atau motor ojek gabah,” lanjutnya.

Untuk menuju ke Padang Loang, harus mendaki selepas kampung di Desa bentenge, melewati dua sungai kecil yang bisa menjadi tantangan perjalanan—tantangan itu membuat perjalanan semakin mendebarkan dan menggemaskan

“Hal paling utama yang dibutuhkan adalah  Water Closet (WC) umum agar pengunjung tak buang hajat sembarangan,” ujarnya lagi.

Iya, harapan Nursam memang penting diwujudkan lebih awal, sebab ketiadaan WC di Padang Loang akan melahirkan suasana tak nyaman bagi pengunjung dan tentu akan mencemari lingkungan setempat.

Kunjungan Bupati Maros

Hatta Rahman, Bupati Maros, pada 2018 lalu pernah mengunjungi  Padang Loang. Ia mendengar pendapat warganya mengenai padang luas itu.

Ia datang langsung melihat kondisi dan mendengar keinginan masyarakat, serta apa tantangan sehingga Padang Loang tak dimanfaatkan dengan baik.

”Kata warga setempat, daerah ini sudah sering ditanami pepohonan, tapi tak bisa tumbuh. Sehingga menjadi hamparan rumput yang luas. Masyarakat setempat hanya memanfaatkan untuk ternak sapi dan kuda. Kita ingin memanfaatkan yang lebih lagi. Karena berada di ketinggian yang paling cocok di sini tanaman umbi-umbian seperti kentang, kacang-kacangan, juga kol,” ujar Hatta.

Padang Loang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sehingga pemanfaatannya harus seizin Balai TN Babul.

Tempat ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pangkep. Untuk melihat Pangkep dari ketinggian, cukup berdiri di tepi tebingnya.

Hatta dan  pihaknya akan mencari tanaman paling cocok untuk memanfaatkan Padang Loang ini agar hamparan rumput luas ini dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat.

Dalam tata kelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, lembah ini merupakan zona tradisional. Masyarakat secara turun temurun telah memanfaatkan padang luas ini sebagai lokasi pengembalaan ternak.

[caption id="attachment_1345" align="aligncenter" width="800"] Mobil yang berhasil menaklukkan Padang Loang/foto-Nursam[/caption]

Harapan yang dilangitkan Hatta Rahman, Nursam, Haedar, dan Hasrullah mendapat dukungan dari Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung—tak bertepuk sebelah tangan.

“Menurut saya ini memungkinkan untuk dilakukan kerjasama dalam bentuk kemitraan. Kita bisa mempedomani aturan Perdirjen Konservasi Sumber Daya Alah Ekosistem  (KSDAE) Nomor P.06 tahun 2018 yang mengatur tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam,” pungkas Yusak Mangetan, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

“Kerjasama antara Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dengan masyarakat di Desa Patanyamang dan Desa Bentenge dapat dilakukan ke depannya melalui Perjanjian Kerjasama (PKS),” tambahnya.

***

Video itu berkali-kali saya putar, mengingat-ingat percakapan saya dengan Nursam. Saya berniat menulis tentang Padang Loang.

Sebuah tulisan yang diharapkan  bisa membantu mengabulkan harapan Haedar, Nursam, dan Hasrullah untuk mengespos tempat ini lebih luas sehingga bisa jadi tujuan wisata yang nyaman dan memesona.

Tempat untuk bernostalgia dengan pasukan Kahar Muzakkar yang menjadikan Padang Loang sebagai tempat pertemuan pada masa lampau.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2