Otak Juga Butuh Dilatih Agar Diet Berhasil, Benarkah?

Klikhijau.com - Suatu waktu saat saya mengajak seorang teman ke sebuah tempat makan, ia menolak makan. Bukan karena kenyang, tapi ia sedang diet. Begitu katanya. Seorang teman lain saat saya ajak m...

Otak Juga Butuh Dilatih Agar Diet Berhasil, Benarkah?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Suatu waktu saat saya mengajak seorang teman ke sebuah tempat makan, ia menolak makan. Bukan karena kenyang, tapi ia sedang diet. Begitu katanya.

Seorang teman lain saat saya ajak makan, berkata "gagal diet lagi". Kondisi teman saya yang gagal diet ini sering juga dikeluhkan banyak orang, terutama perempuan.

Meski sudah menahan hasrat untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi, tapi akhirnya mereka menyerah juga seperti teman yang tadi saya ceritakan.

Tapi ada kabar melegakan dari sebuah penelitian baru yang menemukan cara mengatasinya. Cukup mudah karena hanya dengan membiasakan diri untuk makan makanan sehat. Hanya itu.

Penelitian yang terbit di jurnal Nutrition and Diabetes ini dilakukan terhadap 13 peserta yang mengalami obesitas. Mereka kemudian dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

Sebelumnya, peneliti juga telah melakukan pemindaian MRI pada peserta untuk merekam aktivitas otak saat merespons foto berbagai makanan.

Kelompok eksperimen diberi tugas melakukan diet dengan mengurangi asupan kalori sebesar 500 hingga 1.000 sehari. Mereka kemudian diberi menu yang sudah dikontrol oleh peneliti.

Jadi, mereka harus mengikuti diet tinggi serat dan protein untuk mencegah rasa lapar serta ngidam makanan.

Hasil penelitian

Enam bulan kemudian, peserta dalam kelompok eksperimen kehilangan rata-rata 6,5 kilogram. Sementara kelompok kontrol hanya kehilangan 1,8 kilogram.

Namun, yang menarik adalah bagaimana otak orang-orang dalam kelompok eksperimen mengubah reaksi mereka terhadap makanan. Hasil ini berkebalikan dari temuan MRI awal.

Peneliti melihat adanya sedikit aktivitas pada bagian otak yang mengatur sistem pemberian penghargaan (reward) saat mereka melihat makanan berkalori tinggi. Sebaliknya, aktivasi tampak lebih banyak ketika mereka melihat makanan sehat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2