Musim Hujan Juga Musim Petaka Bagi Pepohonan

Klikhijau.com – Pepohonan memiliki banyak lawan tangguh. Lawan yang bisa mematahkan rantingnya, membuatnya keropos, bahkan membuatnya tumbang. Setiap musim, pepohonan menjalani hidup yang mengkhawa...

Musim Hujan Juga Musim Petaka Bagi Pepohonan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Pepohonan memiliki banyak lawan tangguh. Lawan yang bisa mematahkan rantingnya, membuatnya keropos, bahkan membuatnya tumbang.

Setiap musim, pepohonan menjalani hidup yang mengkhawatirkan. Ia dikepung banyak masalah. Jika musim kemarau, akan terancam kering, bahkan jika terdapat dalam hutan, pepohonan terancam terbakar.

Belum lagi pembalakan liar yang membuat tanaman yang bermanfaat membersihkan udara dari pencemaran itu terancam hilang.

Dan di musim hujan, waktu yang harusnya pepohonan tumbuh subur, pun tak lepas dari petaka.

Bukti musim hujan membawa petaka bagi pepohonan adalah banyaknya unggahan warganet di media sosial perihal pohon tumbang atau rantingnya patah

Saya menemukan sendiri, setiap membuka medsos, khususnya Facebook, unggahan pohon tumbang ramai menghiasi beranda FB saya.

Hal ini tentu saja mengkhawatirkan mengingat pemerintah sedang gencar menyuarakan penanaman pohon.

Bahkan program menanama 25 pohon seumur oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Hehutanan (KLHK) sepertinya tak akan banyak menolong jika pemeliharaan pepohonan yang telah tumbuh besar menjulang tak diurusi.

Pada tahun 2015 lalu Mongabay pernah memuat tulisan, bahwa Ketua Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI), Tukirin Partomihardjo, mengatakan nasib pohon-pohon di Indonesia belum menentu hingga saat ini.

Kondisi tersebut terjadi akibat belum adanya keberpihakan para pengambil kebijakan untuk benar-benar melindunginya. Belum lagi, kepedulian masyarakat yang rendah untuk menjaga kehidupan pepohonan.

Kesehatan pohon perlu diperhatikan

“Ancaman utama yang terlihat jelas adalah pemanfaatan berlebihan yang tidak diimbangi penanaman secara nyata. Dampaknya, pohon-pohon di Indonesia berkurang, terbatas jumlahnya, menjadi langka dan endemik keberadaannya,” terangnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2