Organic Insight 2026: PT BIA Dalami Tata Kelola Limbah di TPS3R Mariso dan Green House Adventure

Klikhijau.com - Sejauh ribuan kilometer dari Merauke, sebuah misi lingkungan membawa tim PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) menapakkan kaki di Kota Makassar. Perjalanan bertajuk Organic Insight Field Trip...

Organic Insight 2026: PT BIA Dalami Tata Kelola Limbah di TPS3R Mariso dan Green House Adventure
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sejauh ribuan kilometer dari Merauke, sebuah misi lingkungan membawa tim PT Bio Inti Agrindo (PT BIA) menapakkan kaki di Kota Makassar. Perjalanan bertajuk Organic Insight Field Trip ini sebuah ikhtiar strategis untuk menyelami ekosistem ekonomi sirkular dan tata kelola limbah berbasis komunitas yang sedang berdenyut di Sulawesi Selatan.

Tim yang terdiri dari Bayu Anang Setiawan, Putra Rama Pradana Dahlan, dan Maftuh Indra Pramana, tim PT BIA menggandeng  Klikhijau.com sebagai fasilitator lapangan untuk membedah potensi besar di balik tumpukan limbah organik.

Pada Rabu, 29 April 2026, perjalanan transformatif ini bermuara di dua titik krusial, TPS3R Rusunawa Mariso dan Green House Adventure. Dua lokasi ini menjadi bukti hidup bahwa tantangan lingkungan, jika dikelola dengan ketekunan dan inovasi, dapat menjelma menjadi peluang ekonomi yang inklusif.

TPS3R Rusunawa Mariso, Restorasi Mindset di Tengah Pemukiman Padat

Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang terletak di Jalan Ampera Raya, Kelurahan Panambungan, ini tampak sibuk saat rombongan tiba. Saleh, Ketua TPS3R Rusunawa Mariso, menyambut hangat tim di bawah naungan Rumah Susun Lama Rajawali.

Dengan nada bicara yang penuh semangat, Saleh mulai merajut kisah tentang perjalanan panjang fasilitas tersebutsebuah narasi tentang kegigihan melampaui masa-masa stagnansi hingga akhirnya bangkit menjadi salah satu pilot project pengelolaan sampah terbaik di Makassar.

Bagi Saleh, hambatan terbesar dalam pengelolaan sampah di kawasan urban bukanlah keterbatasan alat atau teknologi, melainkan transformasi perilaku (behavioral change).

"Mengubah pola pikir masyarakat agar mau memilah sampah dari dapur adalah perjuangan literasi yang tak kenal henti," ungkapnya dalam sesi dialog mendalam bersama tim PT BIA. Keberhasilan operasional Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Mariso kini menjadi fondasi utama dalam menjaga sanitasi lingkungan sekaligus produktivitas fasilitas.

Biokonversi Maggot dan Eco-Enzyme sebagai Solusi Hulu-Hilir

Fokus utama kunjungan di Mariso adalah pengamatan terhadap metode biokonversi menggunakan Black Soldier Fly (BSF) atau yang lebih dikenal sebagai maggot. Inovasi ini menjadi pemeran utama dalam mereduksi volume sampah organik secara signifikan di hulu.

Maggot-maggot ini mampu mengurai limbah makanan dalam waktu singkat, sekaligus menghasilkan residu berupa pupuk organik padat (kasgot) dan larva yang kaya protein untuk pakan ternak.

Tidak hanya berhenti pada maggot, tim PT BIA juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan Eco-Enzyme. Cairan multifungsi ini dihasilkan dari fermentasi limbah kulit buah dan sayuran. Dengan peralatan sederhana namun presisi, tim melihat bagaimana kolaborasi antara teknologi rendah biaya (low-tech) dengan partisipasi aktif dari TP PKK Kota Makassar menciptakan ekosistem yang mandiri.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Apa tanggapan anda mengenai berita ini

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow