NGO Belanda Tanam 100 Dara-Dara di Sekolah Alam dan Konservasi Bira

Klikhijau.com - Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bulukumba bernama Arzak Rizal (53) atau biasa disapa Pak Ical melakukan kegiatan penanaman 100 pohon Dara-Dara di Sekolah Alam Matangin D...

NGO Belanda Tanam 100 Dara-Dara di Sekolah Alam dan Konservasi Bira
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bulukumba bernama Arzak Rizal (53) atau biasa disapa Pak Ical melakukan kegiatan penanaman 100 pohon Dara-Dara di Sekolah Alam Matangin Desa Bira. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Christa Nooy, Founder NGO Makara asal Belanda dan Yayasan ECOTON.

Sebelumnya, Pak Ical telah melakukan pembibitan tanaman Dara-Dara. Pembibitan diambil dari biji dan batang tanaman yang dikumpulkan. Pembibitan telah dilakukan sejak bulan Agustus 2024. Maka setelah bibit tanaman Dara-Dara memiliki akar, Pak Ical berinisiatif untuk melakukan penanaman di Sekolah Alam Matangin miliknya.

Tanaman Dara-Dara merupakan tanaman lokal Bira yang tumbuh di bebatuan Karst. Pada beberapa tahun lalu, tanaman Dara-Dara banyak dimanfaatkan keluarga Pak Ical dan masyarakat lokal untuk obat penyembuhan penyakit dalam, batuk, dan demam.

Namun saat ini warga yang memanfaatkannya sangat jarang sekali. Meski demikian menurut penuturan dari Pak Ical, ada tetangganya mencari obat untuk batuk kemudian Pak Ical memberinya daun Dara-Dara. Beberapa hari kemudian tetangga tersebut menyampaikan kepadanya bahwa anaknya telah sembuh.

Oleh sebab itulah Pak Ical sangat antusias melakulan pembudidayaan tanaman Dara-Dara dan menanam 100 pohon tanaman. Seperti ungkapnya saat melakukan penanaman, "saya ingin sekali membudidayakan tanaman Dara-Dara ini, selain memang karena manfaatnya banyak. Tapi juga ingin mempertahankan obat lokal sehingga masyarakat banyak yang lebih tertarik lagi pada obat-obat lokal yang lebih alami."

"Selain itu, saya ingin sekali menjadikan area Matangin ini sebagai kawasan konservasi tanaman kars serta sebagai laboratorium obat lokal Bira yang bisa dikunjungi dan menjadi tempat pembelajaran siswa sekolah," tambah Guru SMPN 13 Satap Kahayya ini.

Tempat belajar keanekaragaman hayati

Christa Nooy Founder NGO Makara dari Belanda juga menyampaikan "Tanah Pak Ical dan keluarganya letaknya begitu indah.  Dengan 100 pohon tersebut dapat tumbuh menjadi tempat yang ideal di mana generasi muda dapat menikmati dan belajar tentang keanekaragaman hayati setempat".

Amiruddin Muttaqin, peneliti Yayasan Ecoton sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Pak Ical di lahan miliknya yang dijadikan sebagai sekolah alam untuk mempelajari tentang jenis tanaman Bira yang memiliki nilai khasiat.

“Anak muda memang harus di berikan informasi terkait tanaman dara dara ini supaya pengetahuan lokal tentang tanaman berkhasiat tidak hilang. Sekolah alam yang dibuat oleh Pak Ical akan sangat membantu pelestarian tanaman yang mulai berkurang dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutup Amiruddin.