Nasib Burung dengan Warna Mencolok Lebih Mengkhawatirkan

Klikhijau.com - Semakin menarik seekor burung secara visual. Kemerdekaannya akan semakin “suram”, sebab semakin besar pula kemungkinan ia berakhir dalam perdagangan satwa liar. Opini tersebut diung...

Nasib Burung dengan Warna Mencolok Lebih Mengkhawatirkan
Bacakan Artikel

Namun, nasib paling sial dialami burung penyanyi dengan bulu yang langka dan mencolok. Tingkat perdagangannya jauh lebih tinggi. Hal ini menempatkan seluruh kelompok spesies ini, khusus yang berwarna cerah dalam bahaya.

[irp]

Tidak hanya satwanya, para peneliti juga melacak perdagangan produk turunan, yakni produk yang terbuat dari burung seperti bulu, pakaian, atau ornamen. Daya tarik visual juga penting di beberapa wilayah, meskipun kurang penting dibandingkan burung hidup.

“Temuan kami menyoroti pola yang meresahkan, bahwa preferensi orang terhadap keindahan visual mungkin secara tidak sengaja meningkatkan risiko konservasi bagi spesies tertentu,” kata Haukka.

Tidak hanya visual

Meski begitu, perdagangan burung tidak melulu soal visual. Banyak  pembeli di berbagai belahan dunia tidak berfokus pada warna yang indah. Namun, banyak pula yang berfokus pada kelangkaan atau ciri fisik tertentu. Hal ini biasanya terkait dengan penggunaan budaya yang telah lama ada.

[irp]

Akibatnya, karena preferensi berubah-ubah, maka sulit diprediksi spesies mana yang menjadi rentan seiring dengan perubahan tren antarnegara. Perilaku pasar juga berubah ketika kondisi ekonomi atau aturan lokal berubah.

Ketika spesies tertentu menjadi semakin sulit didapatkan di suatu wilayah, para pedagang mungkin mengalihkan permintaan ke burung serupa yang belum pernah diincar sebelumnya.

Efek berantai ini berarti risiko dapat menyebar dengan cepat ketika perhatian beralih dari satu spesies menarik ke spesies lain.

[irp]

Sebuah laporan global memperingatkan bahwa eksploitasi berlebihan, termasuk perdagangan satwa liar, merupakan pendorong utama hilangnya keanekaragaman hayati. Ketika permintaan mengikuti penampilan, pendorong tersebut dapat mempercepat hilangnya spesies yang paling dikagumi.

“Mungkin tidak mengherankan bahwa spesies yang lebih menarik lebih banyak diperdagangkan, tetapi perdagangan burung bersifat dinamis dalam hal geografi dan mode,” kata rekan penulis studi Simon Bruslund dari Kebun Binatang Kopenhagen.

Bruslund menekankan bahwa dengan memahami hal-hal yang menarik bagi masyarakat dalam perdagangan burung akan memungkinkan kita memprediksi spesies mana yang mungkin menjadi target di masa mendatang.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2