Miris, 4 Tanaman Endemik Indonesia Masuk Zona Degradasi

Klikhijau.com – Kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia memang melimpah. Banyak di antaranya yang bersifat endemik. Sayangnya populasi tanaman endemik itu semakin tergerus. Beragam faktor yang men...

Miris, 4 Tanaman Endemik Indonesia Masuk Zona Degradasi
Bacakan Artikel

Tumbuhan ini hidup berkelompok, membentuk rumpun, tumbuh dan berbunga dengan rajin di habitat yang relatif lembap.

Dengan keindahan dan keunikan anggrek hitam, Kalimantan Timur menjadikannya sebagai maskot flora yang dikenal masyarakat sekitar sebagai Kersik Luai.

Sebagai perusahaan yang berdedikasi dalam menjaga lingkungan dan ekosistem, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) turut berkontribusi dalam pelestarian tanaman langka khas Kalimantan Timur ini.

Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Kaltim, mengatakan sebagai perusahaan dengan basis produksi di Kaltim, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga kekayaan keragaman lingkungan di sekitar perusahaan.

Operasi penyelamatan anggrek hitam telah dilakukan sejak 2011 dan tercermin dalam berbagai kampanye dan inovasi.

Dengan dukungan peneliti teknis dan terapan milik PKT dan bekerjasama dengan pusat-pusat konservasi di wilayah Kalimantan, telah berhasil mengembalikan 1.314 anggrek hitam ke habitat aslinya sejak 2018.

Upaya PKT untuk meningkatkan populasi anggrek hitam antara lain memperbanyak jumlah bibit anggrek hitam dan mengembalikan anggrek hitam ke habitat aslinya (reintroduksi) di kawasan Sankima dan Taman Nasional Kutai.

Sebanyak 5.218 bibit anggrek hitam telah berhasil diproduksi sejak 2016, rata-rata 1.043 per tahun.

“Kami yakin inisiatif yang kami lakukan dapat meningkatkan jumlah anggrek hitam di habitat aslinya, yaitu hutan tropis Kalimantan,” tutup Rahmad.



  • Acung Jangkung



Amorphophallus decus-silvae Backer & Alderw atau lebih dikenal dengan acung jangkung merupakan tumbuhan endemik bangkai yang hanya dapat ditemukan di Jawa Tengah bagian Barat dan Barat.

Batang dapat mencapai tinggi 2-3,5 meter, warna tangkai daun abu-abu, bintik coklat tua tidak beraturan.

Sama seperti bunga bangkai biasa, saat mekar, ageratum tinggi mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Meski begitu, tanaman ini memiliki umbi tanaman yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat.

Namun, sayangnya jumlah tanaman ini   semakin berkurang, dan menurut catatan Lipi, diperkirakan ada kurang dari 10.000 tanaman di alam.

Selain kurangnya pengolahan tanah, pergeseran fungsi kawasan yang ekstensif juga bertanggung jawab atas ancaman arachnoid yang tinggi terhadap habitatnya.



  • Pohon Parahlar



Pohon bernamalatin Dipterocarpus littoralis Blume ini merupakan tumbuhan endemik dari Pulau Nusakambangan. Tingginya mencapai 35 meter dan berpotensi menjadi penghasil kayu komersial berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi.

Selain itu, pohon palahlar juga digunakan sebagai tanaman obat, terutama pada kulit kayu dan daunnya yang memiliki sifat antibakteri.

Penebangan liar merupakan salah satu penghambat penurunan jumlah dan persebaran pohon ini. Untuk melindungi pohon palahlar dapat dilakukan dengan menyemai dan mencabut tanaman muda di alam.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2