Mewaspadai Ancaman Terhadap Ekosistem dan Bencana Ekologis dari Kali Song dan Sungai Ngrowo

Klikhijau.com - Dalam upaya menjaga kelestarian sungai dan kesehatan masyarakat, Aliansi Lereng Wilis (ALWI), Ecoton, PPLH Mangkubumi dan mahasiswa Tulungagung melakukan pengujian kualitas air di dua...

Mewaspadai Ancaman Terhadap Ekosistem dan Bencana Ekologis dari  Kali Song dan Sungai Ngrowo
Bacakan Artikel

Selain itu, suhu sungai yang lebih tinggi dapat mempengaruhi siklus karbon dan emisi gas rumah kaca. Misalnya air yang lebih hangat dapat meningkatkan emisi metana dari sedimen sungai yang merupakan gas rumah kaca kuat dan dapat memperburuk perubahan iklim. Kajian Ecoton terhadap suhu sungai mengungkapkan bahwa suhu yang eksterm dapat menghambat proses pemijahan dan perkembangan larva, mengurangi populasi spesies tertentu.

Air yang lebih hangat sering kali mendorong pertumbuhan alga berlebihan terutama di sungai yang sudah tercemar oleh nutrient seperti fosfat. Ini dapat menyebabkan pembentukan zona mati artinya saat alga mati dan terurai proses ini menghabiskan oksigen di air dan menciptakan zona mati di mana kehidupan akuatik hampir tidak mungkin bertahan, beberapa jenis alga menghasilkan racun yang dapat membahayakan biota bahkan manusia, mengingat sungai Ngrowo juga masuk ke Sungai Brantas yang airnya dijadikan sebagai bahan baku PDAM di daerah hilir (Surabaya dan Sidoarjo).

Tindakan yang Diperlukan

ALWI Tulungagung mendorong pemerintah daerah bersama dengan lembaga terkait baik itu BBWS Brantas harus segera mengambil langkah-langkah mitigasi untuk mengatasi masalah ini.

Koordinator ALWI, Harun menyampaikan bahwa upaya pembersihan atau normalisasi sungai, pengendalian sumber pencemaran, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan air sungai harus segera dilakukan. Seperti membangun IPAL Komunal di daerah pemukiman yang berada di bantaran sungai.

Di samping itu, ia menegaskan untuk mengurangi dan mengatasi dampak negatif dari suhu sungai yang memanas, beberapa tindakan mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan:


  1. Pemulihan dan Pelestarian Vegetasi Riparian: Menanam pohon dan vegetasi di sepanjang tepi sungai untuk memberikan naungan dan mengurangi pemanasan air.

  2. Pengawasan dan Pengendalian Sumber Pencemaran: Pemerintah harus melakukan pengawasan yang ketat untuk mengurangi sumber polusi yang dapat memperburuk kondisi sungai, seperti limbah industri dan pertanian.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2